Surabaya | klikku.net – Peningkatan imunitas tubuh dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memanfaatkan tanaman yang memiliki berbagai kandungan bermanfaat untuk tubuh.
Dan salah satu tanaman yang saat ini sering dimanfaatkan masyarakat umum sebagai bahan makanan, adalah daun kelor (Moringa oleifera Lamk.) yang memiliki banyak manfaat dalam menjaga imunitas tubuh.
Sebab, daun kelor memiliki kandungan yang baik untuk kesehatan tubuh. Diantaranya adalah antioksidan dan berbagai nutrisi lainnya. Seperti beta karoten, quercetin, dan chlorogenic acid.
Menurut Ketua Pengabdian Masyarakat (Penmas) Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS) dr. Akhmad Sudibya, M.Kes., manfaat daun kelor untuk kesehatan, dipengaruhi oleh nutrisi yang terkandung di dalamnya.
“Selain antioksidan, daun kelor juga mengandung vitamin dan mineral. Diantaranya adalah Vitamin B6, Vitamin B2, Vitamin C, Vitamin A, zat besi, dan Magnesium, yang dapat meningkatkan sistim imunitas tubuh”, ujarnya, Sabtu (13/7).
Dia menambahkan, daun kelor yang dipercaya sebagai salah satu solusi dalam menjaga maupun meningkatkan imunitas tubuh, adalah dengan cara mengurangi peradangan serta menekan enzim peradangan dan protein dalam tubuh.
“Selain itu, konsentrat daun kelor dapat secara signifikan menurunkan peradangan dalam sel. Sedangkan secara umum, yang dimaksud imunitas tubuh adalah daya tahan yang diperlukan tubuh, untuk menghalangi berbagai faktor eksternal yang dapat menganggu maupun mengacaukan sistem daya tahan tubuh manusia”, tuturnya.
Untuk itu, Penmas FK UWKS menggelar penyuluhan efektivitas pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera Lamk.) terhadap imunitas tubuh di Balai RW III, Jl. Dukuh Kupang 30 /9 Surabaya, Sabtu (13/7) pukul 09.00 – 12.00 WIB.
dr. Akhmad Sudibya menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi pada masyarakat. Bahwa daun kelor bukan hanya sebagai salah satu asupan makanan. “Tetapi juga mengetahui manfaat daun kelor sebagai imunitas tubuh yang alami”, ungkapnya.
Sementara itu, Agusniar Furkani Listyawati, S. Si, M. Si., selaku pemateri mengungkapkan, bahwa tanaman herbal merupakan tanaman yang memiliki khasiat tinggi. Serta mampu menyembuhkan atau mencegah macam-macam gangguan kesehatan.
“Salah satu contoh tanaman yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat, adalah daun kelor. Sayangnya, informasi terkait manfaat daun kelor bagi kesehatan, belum banyak diketahui oleh masyarakat. Padahal, daun kelor mengandung anti oksidan alami, yang berguna untuk meningkatkan kekebalan atau imunitas tubuh”, ungkapnya.

Imunitas tubuh, atau yang sering disebut sebagai daya tahan tubuh, adalah suatu sistem kekebalan tubuh dalam menghalangi atau melawan benda-benda asing yang hendak menyerang tubuh. Dan antioksidan menjadi barrier utama sistem imun.
“Salah satu fokus kegiatan ini adalah mengubah perilaku masyarakat, yang cenderung suka mengkonsumsi makanan instan. Dan membiasakan mereka untuk mengutamakan menanam tanaman herbal. Yang membawa manfaat bagi kesehatan, terutama untuk meningkatkan imunitas tubuh. Serta menginformasikan pentingnya meningkatkan imunitas tubuh, dengan mengonsumsi bahan-bahan herbal alami. Salah satunya tanaman kelor”, tuturnya.
Agusniar menjelaskan, selain diolah menjadi makanan sayur bening. Ada banyak manfaat dari daun kelor. Diantaranya untuk meredakan sakit kepala, demam, sakit tenggorokan, bronkitis, infeksi telinga dan mata, serta kudis. Mengonsumsi jus daun kelor secara teratur, diyakini dapat mengontrol kadar gula darah, dan mengurangi bengkak pada kelenjar Rubefacient, vesicant mencegah pembesaran dan menghancurkan tumor, serta untuk menyembuhkan bisul.
Jus dari kulit batang yang dimasukkan ke dalam telinga, mampu meredakan sakit telinga. Serta bisa digunakan sebagai pereda sakit gigi.
“Tanaman kelor juga berguna sebagai stimulan, afrodisiak, aborsi, cholagogue, menyembuhkan radang, penyakit otot, histeria, tumor, pembesaran limpa, menurunkan kolesterol fosfolipid, serum, trigliserida, VLDL kolesterol, LDL rasio fosfolipid dan indeks aterogenik, serta meningkatkan ekskresi kolesterol”, pungkasnya.
Kegiatan diawali dengan pendaftaran peserta. Yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan, seperti pengecekan tensi darah dan pengukuran suhu badan para peserta.
Setiap peserta penyuluhan, juga mendapatkan kuesioner terkait pengetahuan mereka terhadap topik penyuluhan yang akan dilaksanakan.
Setelah mendapatkan penyuluhan oleh dokter yang memiliki kompetensi. Para peserta kembali mendapatkan kuesioner yang sama. Dengan tujuan untuk menganalisis, apakah para peserta mengalami peningkatan pengetahuan, terkait topik penyuluhan.
Sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat, panitia membagikan souvenir untuk peserta penyuluhan, dibantu oleh 12 kader PKK yang ada di Puskesmas.
@Man
