Ekonomi Bisnis Pemerintahan Pendidikan

Selasa, 30 Juli 2024 - 13:06 WIB

2 tahun yang lalu

logo

BKPerdag Kemendag RI Paparkan Strategi Perdagangan Inklusif di FEB Universitas Airlangga

Surabaya | klikku.net – Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag) Kemendag RI menggelar Diseminasi Hasil Analisis ke-1 BKPerdag Tahun 2024 di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa (30/7).

Acara bertema ‘Mengelola Potensi Perdagangan Nasional dan Pasar Global Sebagai Kunci Pertumbuhan Inklusif’ ini diadakan secara hybrid. Dan berkolaborasi dengan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Airlangga dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Kepala BKPerdag, Kasan, menegaskan, bahwa dalam menghadapi tantangan global dan nasional yang semakin kompleks. Kementerian Perdagangan telah menetapkan arah kebijakan dan strategi, yang disebut Tri Karsa Transformasi Perdagangan dan Dasa Mandala Kebijakan Perdagangan untuk periode 2025—2029.

“Kebijakan ini mencakup transformasi struktural, integrasi kewilayahan, tata kelola perdagangan yang baik, dan peningkatan sumber daya manusia (SDM)”, ujarnya.

“Kondisi global saat ini menuntut kita untuk lebih cerdas, dalam mengelola potensi perdagangan. Perubahan demografi, geopolitik, ekonomi hijau, dan perdagangan digital, adalah beberapa tantangan yang harus dihadapi dengan strategi yang tepat agar dapat dimanfaatkan secara optimal,” tambahnya.

Kasan menjelaskan, Kementerian Perdagangan memiliki sejumlah program prioritas pada 2024. Termasuk didalamnya stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, serta pengembangan pasar baru di wilayah nontradisional.

“Untuk memperkuat ekosistem perdagangan dalam negeri. Strategi yang diterapkan antara lain digitalisasi pasar dan peningkatan daya saing UMKM, program 1.000 warung, dan penguatan logistik nasional”, tuturnya.

Kepala BKPerdag, Kasan, saat memberikan keterangan pers

Dalam hal ekspor, Kasan menyebutkan bahwa satgas percepatan peningkatan ekspor telah dibentuk, dengan tujuan meningkatkan kinerja ekspor nasional dan memperkuat neraca perdagangan. Akses pasar luar negeri juga diperluas melalui 38 perjanjian dagang, baik bilateral, regional, maupun multilateral.

Sementara itu, Dekan FEB Universitas Airlangga, Dian Agustia, mengapresiasi BKPerdag yang telah mempercayakan FEB sebagai mitra dalam berbagi hasil analisis.

“Kolaborasi ini merupakan wujud sinergi antara praktisi dan akademisi, guna mendukung strategi pemerintah dalam peningkatan ekspor. Semoga diseminasi ini menghasilkan sinergi yang bermanfaat bagi kinerja ekonomi dan perdagangan Indonesia,” harapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Iwan, menjelaskan bahwa pada Mei 2024, ekspor Jawa Timur meningkat sebesar 16,74 persen (YoY) atau sebesar USD 2,12 miliar, didominasi sektor nonmigas.

“Perhiasan, tembaga, dan lemak/minyak hewani/nabati, menjadi komoditas ekspor tertinggi. Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok menjadi pasar utama ekspor nonmigas Jawa Timur”, ujarnya.

“Penguatan kinerja sektor perdagangan, memerlukan sarana perdagangan yang memadai di berbagai wilayah. Peran pemerintah daerah sangat penting, dalam memastikan distribusi dan ketersediaan barang pokok melalui pengembangan sarana perdagangan, khususnya pasar rakyat,” ungkapnya.

Acara ini menampilkan berbagai hasil analisis BKPerdag, termasuk Analisis Strategi Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Pasar Rakyat, Analisis Penetapan Target Ekspor Indonesia, dan Analisis Dampak Keikutsertaan Indonesia di OECD.

Hasil analisis ini disebarluaskan guna dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan, dengan harapan dapat mendukung kinerja perdagangan nasional.


@Man

332

Baca Lainnya