Ekonomi Bisnis Internasional Pendidikan

Kamis, 1 Agustus 2024 - 08:15 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Kecap Nusantara Jadi Bintang di Panel ICAS 13: Sajian Lokal Rasa yang Mendunia

Surabaya | klikku.net– Kecap, kondimen khas yang tak terpisahkan dari kuliner Indonesia, kini tengah melangkah ke panggung dunia.

Dalam ajang International Conference on Asian Studies (ICAS) ke-13, panel bertajuk “Foodscaping Asia II: Scaping the Metropolis” yang digelar di Majapahit Hall, Lantai 5 ASSEC Tower, Kampus MEER-C, Rabu (31/7), memperkenalkan cita rasa unik kecap lokal kepada peserta internasional.

“Kecap adalah salah satu kondimen penting dalam masakan Indonesia. Berbagai makanan di Indonesia, seperti aneka macam sate, mie goreng, dan bakso, menggunakan kecap sebagai pelengkap. Kecap ini sangat melekat dengan makanan Indonesia,” ujar Hardian Eko Nurseto, Antropolog dari Universitas Padjadjaran (UNPAD).

Dia menambahkan, awalnya kecap dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai alternatif pengganti garam, yang mahal pada zaman kekaisaran.

“Sekitar tahun 1647, kecap hanya populer di kalangan terpilih dari kelompok Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) dan diimpor dari Asia ke Eropa. Sementara kata “kecap” berasal dari bahasa Hokkien, yang berarti air garam”, ungkapnya.

“Maka dari itu, kita dapat menemukan kecap di Belanda. Penamaan soije-a berasal dari pedagang Belanda yang mengambil kata shoyu, kecap dari Jepang. Hal ini saling berkaitan satu sama lainnya,” jelas Hardian.

Adaptasi kecap dari Tionghoa ke Indonesia, terutama di Jawa, melahirkan kecap dengan rasa khas Indonesia yang manis. Hal ini berkat pengaruh pedagang Tionghoa yang membawa kecap ke Nusantara.

Diskusi panel ICAS 13, tidak hanya membahas sejarah kecap. Tetapi juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mencicipi sepuluh jenis kecap dari berbagai penjuru Indonesia.

Hee-sun Hwang, peserta dari Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), Korea Selatan, mengungkapkan kegembiraannya.

“Saya sangat senang berkesempatan untuk mencicipi kecap dari berbagai wilayah Indonesia. Unik-unik rasanya, dari manis, asin, hingga sedikit pedas. Hal ini merupakan pengalaman dan pengetahuan baru bagi saya,” ungkapnya.

Hee-sun juga memberikan pujian kepada Universitas Airlangga (UNAIR), atas penyelenggaraan ICAS 13. Yang tidak hanya menjadi ajang pertukaran wawasan dan pengetahuan, tetapi juga pertukaran budaya.


@Man

347

Baca Lainnya