Pendidikan

Senin, 6 Januari 2025 - 16:57 WIB

1 tahun yang lalu

logo

dr. Deddy Hartanto, M.Imun, Dipl.AAAM, Departemen Imunologi, Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS)

dr. Deddy Hartanto, M.Imun, Dipl.AAAM, Departemen Imunologi, Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS)

Ginseng sebagai Senjata Alami Melawan Infeksi Bakteri Staphylococcus aureus

Surabaya | klikku.id – Infeksi bakteri Staphylococcus aureus telah menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia. Karena bisa memicu berbagai penyakit. Mulai dari infeksi kulit ringan, infeksi saluran pernapasan, hingga kondisi yang lebih fatal, seperti sepsis dan infeksi jantung.

Untuk mencegah hal itu, perlu dilakukan peningkatan aktivitas sel imun. Yakni dengan meningkatkan produksi sitokin dan ekspresi gen imun.

Melalui penelitian berjudul Analisis Efek Imunomodulator Ekstrak Tanaman Ginseng (Panax ginseng) terhadap Aktivitas Sel Imun pada Tikus yang Terinfeksi Bakteri Staphylococcus aureus.

Tim peneliti dari Departemen Imunologi, Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS), yang dipimpin dr. Deddy Hartanto, M.Imun, Dipl.AAAM, mengungkap potensi besar tanaman ginseng (Panax ginseng), sebagai imunomodulator alami yang mampu memperkuat sistem imun tubuh.

Menurut dr. Deddy, Ginseng telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Kini saatnya mendapatkan perhatian ilmiah.

“Dalam penelitian yang kami lakukan, ekstrak ginseng terbukti mampu meningkatkan aktivitas sel imun, pada tikus yang terinfeksi Staphylococcus aureus. Hasil ini memberikan harapan besar akan terapi berbasis bahan alami, untuk melawan infeksi bakteri”, ujarnya, Senin (6/1/2025).

“Ginseng memiliki kemampuan unik dalam memodulasi sistem imun, melalui peningkatan produksi sitokin seperti IL-2, IFN-γ, dan TNF-α”, ungkapnya.

Dia menambahkan, penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan 30 tikus, yang dibagi menjadi lima kelompok. Yakni kelompok kontrol dan kelompok infeksi Staphylococcus aureus. Serta tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak ginseng yang berbeda, yakni50, 100, dan 200 mg/kg BB.

“Aktivitas sel imun diukur melalui analisis sitokin, yakni IL-2, IFN-γ, dan TNF-α, serta ekspresi gen imun. Hasil analisis menunjukkan, bahwa dosis 100 mg/kg BB, memberikan efek paling signifikan dalam meningkatkan aktivitas sel imun. Terutama melalui peningkatan ekspresi gen imun”, tuturnya.

“Ini adalah langkah awal yang sangat menjanjikan. Ekstrak ginseng memiliki efek imunomodulator yang signifikan, terhadap aktivitas sel imun pada tikus yang terinfeksi Staphylococcus aureus. Dengan dosis yang tepat, ginseng dapat menjadi pilihan alami, untuk mendukung terapi melawan infeksi bakteri,” ucapnya.

Dia berharap, penelitian ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan terapi imunomodulator alami pada manusia.

“Dengan efektivitasnya yang signifikan, ginseng memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai suplemen kesehatan. Bahkan, terapi pendamping untuk pasien dengan infeksi kronis”, pungkasnya.


@Man

111

Baca Lainnya