Ekonomi Bisnis Pendidikan Sosial

Kamis, 17 Juli 2025 - 10:22 WIB

12 bulan yang lalu

logo

TPS dan SPTP Hadirkan “PELITA” di Semampir, Perangi Stunting Lewat Pendekatan Komprehensif

Surabaya | klikku.id – Melanjutkan komitmennya dalam menekan angka stunting di Surabaya, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) bersama Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) kembali menjalankan Program PELITA (Pelindo Tanpa Balita Stunting).

Setelah sebelumnya sukses di Kecamatan Krembangan, program ini kini menyasar Kecamatan Semampir dan akan berlangsung hingga Agustus 2025.

Program PELITA yang telah berjalan sejak September 2024 ini tidak hanya menitikberatkan pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga mencakup pendampingan pola asuh dan pemantauan tumbuh kembang secara berkala.

“Kami ingin memastikan anak-anak yang mengalami stunting mendapatkan perhatian khusus, baik dari sisi gizi maupun psikologis. Ini adalah bagian dari kontribusi kami dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi.

PELITA berfokus pada tiga aspek utama: perbaikan gizi, penguatan pola asuh, dan pemantauan pertumbuhan anak. Hingga Juli 2025, sebanyak 14 balita di Kecamatan Semampir telah terlibat dalam program ini.

Enam di antaranya bahkan sudah dinyatakan keluar dari status stunting setelah menerima intervensi intensif selama beberapa bulan.

Program ini bersifat berkelanjutan. Setiap balita yang dinyatakan “lulus” dari status stunting akan digantikan oleh peserta lain yang masih membutuhkan pendampingan selama program masih berlangsung.

Dalam pelaksanaannya, TPS dan SPTP bekerja sama dengan RS PHC Surabaya dan Kecamatan Semampir. Para balita menjalani pemeriksaan kesehatan rutin setiap bulan dan mendapatkan tambahan nutrisi berupa susu secara berkala untuk memenuhi kebutuhan gizi hariannya.

“Pemberian susu secara rutin serta pemeriksaan berkala merupakan langkah penting dalam mengatasi kekurangan gizi. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk puskesmas, rumah sakit, dan tentu saja para orang tua,” tambah Erika.

Tak hanya fokus pada aspek medis dan gizi, program ini juga menyentuh sisi psikososial keluarga. Para orang tua dibekali pemahaman tentang pola asuh yang tepat melalui sesi penyuluhan oleh psikolog Meutia Ananda.

“Pola asuh yang responsif, penuh kasih sayang, serta stimulasi sejak dini punya pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Edukasi ini penting agar orang tua bisa mendampingi anak secara optimal,” jelas Meutia.

TPS dan SPTP berharap program PELITA dapat menjadi model sinergi multipihak dalam percepatan pengentasan stunting. Dengan pendekatan yang terintegrasi, mereka optimistis dapat membantu menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat, kuat, dan kompetitif.

“Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang kuat dan pendekatan menyeluruh, kita bisa menurunkan angka stunting secara signifikan,” tutup Erika. @Man


 

116

Baca Lainnya