Pendidikan Peristiwa

Sabtu, 26 Juli 2025 - 19:49 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Cegah Krisis Air, Unair Gandeng 4 PTN Tanam Pohon di Hulu Brantas

Batu | klikku.id – Di tengah ancaman perubahan iklim dan krisis air bersih, Universitas Airlangga (Unair) menggagas gerakan nyata bersama empat perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH) di Jawa Timur.

Mereka bersatu melakukan aksi tanam pohon di Arboretum Sumber Brantas, Kota Batu, Sabtu (26/7/2025).

Tak sendiri, Unair menggandeng Universitas Brawijaya, ITS, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Universitas Negeri Malang (UM). Kolaborasi ini juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Jatim, Jasa Tirta I, dan PDAM Surya Sembada Surabaya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat (pengmas) terpadu, yang menjadi langkah awal menyelamatkan sumber kehidupan utama masyarakat Jawa Timur: Sungai Brantas.

“Brantas ini jantungnya air Jawa Timur, dari hulu sampai hilir. Jika tidak kita jaga bersama, Surabaya dan kota-kota lain bisa krisis air,” ujar Prof Dr Gadis Meinar Sari dr MKes, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unair.

Lebih dari sekadar simbolis, Prof Gadis menekankan bahwa aksi tanam pohon ini merupakan komitmen jangka panjang yang akan berlanjut di berbagai daerah sepanjang aliran Brantas.

“Air adalah sedekah terbesar. Maka menjaga sumber air adalah ibadah kita bersama. Pengmas ini bukan hanya soal pohon, tapi juga bisa menyentuh aspek sosial, ekonomi, teknologi, dan kesehatan,” katanya.

Senada dengan itu, Agung Nugroho, Kepala Divisi Perum Jasa Tirta I, menegaskan bahwa Arboretum Sumber Brantas di Bumiaji bukan kawasan wisata, tapi zona konservasi penting.

“Air untuk PLTA, air minum, dan industri Jawa Timur, semuanya bersumber dari sini. Kawasan ini tidak dibuka untuk wisata. Namun, terbuka untuk riset dan kegiatan konservasi,” jelas Agung.

Dari sisi hilir, Direktur Operasi Perumda Air Minum Surya Sembada, Nanang Widyatmoko ST, menyebut bahwa 93% pasokan air minum Surabaya berasal dari Sungai Brantas.

“Kalau Brantas rusak, Surabaya bisa lumpuh. Apalagi dengan perubahan iklim, stok air berkurang dan kualitas air makin terancam,” ungkapnya.

Nanang juga mengajak lebih banyak kampus dan komunitas ikut ambil bagian.

“Air itu shodaqoh terbaik. Dengan gotong royong seperti ini, kita bisa menjaga agar air tetap mengalir untuk semua,” tegasnya.

Sebagai langkah berkelanjutan, kolaborasi lima PTN-BH ini akan dilanjutkan dengan aksi serupa di wilayah hilir Sungai Brantas, tepatnya di Surabaya pada September 2025.

Unair sendiri diwakili oleh LPPM dan SDGs Center, yang sejak awal konsisten mendorong kegiatan riset dan pengabdian yang menyentuh akar masalah masyarakat. @Man


 

56

Baca Lainnya