Kesehatan Organisasi Pemerintahan Pendidikan

Kamis, 31 Juli 2025 - 16:34 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Bersama UNICEF & Pemprov Jatim, Unusa Luncurkan Program Fortifikasi Pangan Skala Besar

Surabaya | klikku.id – Upaya melawan stunting dan kekurangan gizi di Jawa Timur kini melaju kencang.

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bersama UNICEF dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, resmi meluncurkan Program Fortifikasi Pangan Berskala Besar (FPBB) di Hotel JW Marriott Surabaya, Kamis (31/7/2025).

Program ini digadang-gadang jadi senjata ampuh untuk meningkatkan gizi masyarakat. Caranya dengan menambahkan vitamin dan mineral ke dalam bahan pangan pokok yang dikonsumsi setiap hari, seperti tepung terigu, minyak goreng, garam, hingga beras.

“Setiap hari kita makan nasi, tapi gizinya terbatas. Kalau beras bisa difortifikasi, kebutuhan vitamin dan mineral masyarakat akan lebih mudah terpenuhi,” tegas Rektor Unusa Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng.

Unusa bukan pendatang baru dalam program kesehatan. Sejak 2021, kampus ini sudah bahu-membahu dengan UNICEF mengatasi masalah gizi, dari stunting hingga obesitas.

Tahun lalu, keduanya menggelar analisis situasi fortifikasi pangan. Tahun ini, langkahnya makin mantap dengan menggandeng Pemprov Jatim.

Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah Jawa, Arie Rukmantara, menilai FPBB sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya misi Tanpa Kelaparan, Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta Kemitraan Global.

“Fortifikasi beras hanya butuh tambahan sekitar Rp1.000 per kilogram, tapi manfaatnya bisa 17 kali lipat. Investasi kecil, dampaknya besar,” ujarnya.

Sekdaprov Jatim Adhy Karyono menegaskan fortifikasi beras masuk daftar program prioritas ketahanan pangan daerah.

“Kesehatan dan pendidikan adalah investasi sosial paling strategis. Program ini jadi pondasi penting menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Tak hanya regulasi, Pemprov juga siap mengawal distribusi pangan terfortifikasi agar merata, terutama ke wilayah yang masih rawan kekurangan gizi.

Kolaborasi lintas sektor ini diyakini jadi kunci keberhasilan. Dengan sinergi akademisi, pemerintah, dan organisasi internasional, FPBB diharapkan bisa melahirkan generasi lebih sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan. @Man


 

103

Baca Lainnya