Kesehatan Nasional

Selasa, 19 Agustus 2025 - 20:49 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Kemenkes Genjot Program Turunkan Angka Kematian Bayi Baru Lahir

Jakarta | klikku.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan angka kematian bayi baru lahir di Indonesia bisa ditekan dari 30 ribu menjadi 20 ribu per tahun.

Upaya ini dilakukan lewat sejumlah terobosan, mulai dari pilot project di Jawa Barat hingga peningkatan kualitas layanan persalinan.

“Jawa Barat kita pilih karena angkanya paling tinggi secara nominal. Ada tiga kabupaten jadi proyek percontohan: Bogor, Garut, dan Bandung,” ujar Budi dalam kegiatan World Patient Safety Day (WPSD) 2025 di Jakarta, Selasa (19/8/2025).

Program ini melibatkan bidan, puskesmas, dan rumah sakit agar jalur rujukan lebih cepat dan rapi. Salah satu langkah utama adalah memperkuat peran bidan.

Kemenkes bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk meningkatkan kemampuan bidan dalam persalinan normal sekaligus deteksi risiko dini.

Budi menjelaskan, nantinya bidan akan diberi klasifikasi bintang sesuai kompetensinya. “Bidan bintang 4 boleh melakukan persalinan sendiri. Bintang 3 harus didampingi. Bintang 2 belum boleh, harus belajar dulu. Ini untuk menekan angka kematian,” jelasnya.

Selain itu, jaringan bidan akan diintegrasikan dengan puskesmas. Dengan begitu, ibu hamil berisiko tinggi bisa segera dirujuk ke dokter spesialis kandungan maupun dokter anak.

Tak hanya itu, Kemenkes juga meningkatkan standar pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC). Jika sebelumnya minimal enam kali, kini ditambah menjadi delapan kali sesuai rekomendasi WHO.

“Dengan pemeriksaan lebih sering, risiko bisa diketahui lebih cepat dan bayi segera ditangani,” tegasnya.

Target ambisius ini diharapkan bisa menjadi lompatan besar dalam menekan angka kematian bayi di Indonesia, yang masih cukup tinggi dibanding negara tetangga. R3d


 

76

Baca Lainnya