Surabaya | klikku.id – Sebanyak 136 peserta Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmi diambil sumpah profesi. Prosesi yudisium dan sumpah profesi itu digelar di Auditorium Tower Kampus B Jemursari, Kamis (21/8/2025).
Unusa sendiri menyelenggarakan dua jalur PPG, yakni PPG Prajabatan untuk lulusan S1/D4 kependidikan maupun nonkependidikan yang belum menjadi guru, serta PPG Dalam Jabatan untuk guru aktif yang belum bersertifikat pendidik.
Program ini bertujuan menyiapkan tenaga pendidik profesional dengan sertifikat pendidik sebagai syarat menjadi guru PNS/PPPK maupun memperoleh tunjangan profesi guru.
Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng, menegaskan guru masa kini harus mampu menghadapi perkembangan teknologi digital yang kian pesat.
“Teknologi digital adalah tantangan sekaligus peluang. Guru harus bisa memanfaatkannya sebagai media pembelajaran yang efektif, bukan justru menganggapnya hambatan,” ujarnya.
Prof. Jazidie juga menyoroti kehadiran kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan. Menurutnya, AI memang memudahkan akses pengetahuan, namun tidak dapat menggantikan peran manusia dalam berinovasi, berempati, dan membangun karakter.
“Guru tidak bisa hanya mentransfer ilmu. Tantangan terbesar sekarang adalah mendidik murid agar berempati, peduli, dan mampu bekerja sama. Nilai-nilai karakter ini harus dibangun sejak dini agar generasi kita tidak tergilas teknologi, melainkan diperkuat olehnya,” tegasnya.
Dengan pengambilan sumpah ini, ratusan calon guru tersebut diharapkan mampu menjadi tenaga pendidik profesional yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berjiwa pengasuh, pembimbing, sekaligus teladan bagi peserta didik di masa depan. @Man
