Pendidikan

Senin, 15 September 2025 - 12:29 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Dukung Peningkatan Mutu Pendidikan Nasional, Unusa Terima 210 Guru TK dan SD untuk Program Sarjana

Surabaya | klikku.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmi menerima 210 guru Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) dalam Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik, yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG).

Langkah ini ditandai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Rektor Unusa Prof Dr Ir Achmad Jazidie MEng dengan 92 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) se-Indonesia.

Program nasional yang ditujukan bagi 12.500 guru TK dan SD yang belum bergelar sarjana ini menjadi upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Unusa menjadi salah satu LPTK yang dipercaya menyelenggarakan program tersebut.

Dari 210 peserta yang diterima, sebanyak 142 guru akan kuliah di Program Studi Pendidikan Guru PAUD (PGPAUD). Sementara 68 lainnya di Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Mereka berasal dari Bangkalan, Surabaya, Pasuruan, Kediri, Jombang, hingga Kalimantan Timur. Keseluruhan peserta mengikuti skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Afirmasi sehingga tetap dapat mengajar sambil kuliah.

Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie mengungkapkan, penunjukan ini menjadi bukti kepercayaan pemerintah terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan di Unusa.

“Kami bangga diberi amanah untuk mencetak guru profesional. Insya Allah kami mendidik mereka sebaik mungkin agar setelah meraih gelar sarjana, proses belajar-mengajar yang mereka lakukan lebih baik dan bermutu,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini bukan sekadar menjawab kebutuhan guru, tetapi juga mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional.

Dengan semakin banyak guru yang berkualifikasi S-1/D-IV, mutu pembelajaran di ruang kelas akan meningkat signifikan dan berdampak pada lahirnya generasi muda yang kompeten serta berkarakter.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru menjadi prioritas pemerintah.

“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Dengan kualifikasi yang lebih baik, kita mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.

Direktur Jenderal GTKPG Nunuk Suryani memaparkan, kerja sama ini merupakan komitmen pemerintah bersama LPTK untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi guru.

Berdasarkan data Dapodik, masih ada lebih dari 233 ribu guru TK dan SD yang belum memenuhi kualifikasi S-1/D-IV.

“Melalui RPL, guru tetap bisa mengajar sambil melanjutkan studi. Pemerintah juga menyiapkan bantuan biaya pendidikan hingga Rp3 juta per semester agar para guru tidak terbebani,” jelasnya.

Nunuk berharap program ini berkelanjutan dan menjadi tonggak kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, LPTK, dan guru.

“Dengan guru yang makin berkualitas, pendidikan Indonesia akan semakin maju dan cita-cita Indonesia Emas 2045 bisa kita wujudkan,” pungkasnya. @Man


 

70

Baca Lainnya