Daerah Ekonomi Bisnis Pendidikan

Sabtu, 20 September 2025 - 19:09 WIB

7 bulan yang lalu

logo

Batik Tanjungbumi Naik Kelas, Dosen Unitomo & Untag Dorong Inovasi dan Tren Mode

Bangkalan | klikku.id – Batik tulis Tanjungbumi, ikon kain khas Madura, kini melangkah lebih percaya diri menembus pasar modern.

Selama tiga bulan, tim dosen Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) dan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mendampingi dua sentra batik di Kecamatan Tanjungbumi: UD Zulpah Batik Madura dan CV Naraya Batik.

Program Pemberdayaan Masyarakat Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) yang didanai DPPM Kemendiktisaintek itu mengusung tema “Optimalisasi Diversifikasi Produk Batik Tulis Tanjungbumi Berbasis Inovasi Teknologi Siap Bersaing dalam Tren Mode Kekinian.”

Ketua tim, Dr. Dra. Ully R. Tampubolon MM, menjelaskan batik tulis Tanjungbumi memiliki keistimewaan, salah satunya batik tulis gentongan yang proses pembuatannya bisa mencapai tiga tahun karena menggunakan gentong tanah liat yang ditanam di dalam tanah.

“Produksi gentongan hanya sekitar 20 persen, sisanya batik tulis biasa dengan pewarna alam atau sintetis. Tantangannya, batik Madura harus bersaing dengan batik Yogyakarta dan Pekalongan yang sudah lebih dulu masuk ke pasar fashion modern,” ujarnya.

Untuk menjawab persaingan itu, tim memperkenalkan teknologi baru. Di Zulpah Batik, para pengrajin dilatih menggunakan mesin jahit digital sehingga lahir lima desain busana batik fashion yang langsung diminati pasar.

Naraya Batik mendapat dukungan peningkatan proses pelorotan malam dengan bak pelorot tembaga yang mampu melarutkan lilin hingga 99 persen tanpa merusak kain.

Selain produksi, tim juga membantu pendaftaran Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk melindungi motif khas Tanjungbumi, sekaligus melatih strategi pemasaran melalui konten kreatif di Instagram dan YouTube.

“Diversifikasi produk dan promosi yang tepat akan membuat batik Tanjungbumi tak hanya dikenal karena tradisinya, tapi juga mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional,” tegas Ully.

Prof. Dr. Syahrul Borman SH MH, anggota tim, menambahkan, pelatihan ini membuat pengrajin lebih percaya diri mengembangkan karya mereka.

“HAKI akan menjaga orisinalitas motif, sementara inovasi teknologi meningkatkan kualitas produksi,” katanya.

Dengan sinergi antara kampus, pemerintah, dan pelaku UMKM, batik tulis Tanjungbumi kini bersiap menjadi produk unggulan Madura yang tak kalah dari batik sentra lain di Indonesia. @Man


 

72

Baca Lainnya