Surabaya | klikku.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menorehkan sejarah akademik. Selasa (23/9), kampus yang tengah berlari menuju predikat World Class University itu mengukuhkan lima guru besar sekaligus di Grha Sepuluh Nopember.
Menariknya, salah satu yang dikukuhkan adalah Rektor ITS, Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD.
Ketua Dewan Profesor ITS Prof Dr Ir Imam Robandi MT menyebut, bertambahnya jumlah profesor menjadi penopang penting untuk membawa ITS menembus peringkat 300 besar universitas dunia pada 2026.
“Dengan kekuatan guru besar baru, kontribusi terhadap bangsa dan peradaban ilmu akan semakin nyata,” tegasnya.
Bambang Pramujati yang tercatat sebagai Profesor ke-232 ITS menyampaikan orasi ilmiah berjudul Kontrol Model Prediktif yang Robust dan Peranannya dalam Proses Manufaktur dan Robotika.
Ia menawarkan strategi tuning baru pada Model Predictive Control (MPC) yang lebih sederhana, praktis, dan siap menjembatani riset mutakhir dengan kebutuhan nyata industri.
Selain Bambang, empat profesor lain tampil dengan riset yang beragam dan relevan dengan kebutuhan bangsa.
Prof Dr Dipl Ing Sri Nastiti Nugrahani Ekasiwi MT (Profesor ke-233) dari Departemen Arsitektur memaparkan Konsep Desain Bangunan Guna Manifestasi Ungkapan ‘Isis’ dan ‘Seger’. Ia menekankan pentingnya arsitektur yang selaras dengan kebiasaan manusia dan kondisi lingkungan.
Dari Departemen Teknik Kimia, Prof Ir Juwari ST MEng PhD (Profesor ke-234) mengangkat tema Sustainabilitas Industri Kimia melalui Rekayasa Sistem dan Keselamatan Proses. Dekan FTIRS itu menekankan industri kimia harus aman, ramah lingkungan, dan tetap menguntungkan.
Sementara itu, Prof Dr rer nat Ir Maya Shovitri MSi (Profesor ke-235) dari Departemen Biologi memaparkan riset bertema Bakteri: Teman Tak Tampak namun Berdampak Mendukung Lingkungan Lestari dengan Biodegradasi.
Ia mengembangkan penelitian fisiologi dan molekuler bakteri untuk mengatasi pencemaran pesisir sekaligus memberi manfaat bagi sektor lingkungan dan ekonomi.
Pengukuhan ditutup dengan orasi Prof Mohammad Arif Rohman ST MSc PhD (Profesor ke-236) dari Departemen Teknik Sipil. Ia mengusung konsep Penguatan Dimensi Sosial pada Infrastruktur Berkelanjutan.
Lewat gagasan Project Social Benefit (PSB), infrastruktur tidak hanya dibangun untuk teknis semata, tetapi juga memperhatikan kebutuhan masyarakat sebagai pengguna akhir.
Pengukuhan lima profesor dari berbagai bidang itu semakin mengokohkan ITS sebagai Kampus Pahlawan yang terus mencetak lompatan akademik.
Selain memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, langkah ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yakni menjamin pendidikan berkualitas bagi generasi penerus bangsa. @Man
