Ekonomi Bisnis Pendidikan Peristiwa

Rabu, 24 September 2025 - 06:49 WIB

7 bulan yang lalu

logo

Cetak UMKM Jatim Kelas Dunia, Kemenkumham Gandeng WIPO

Surabaya | klikku.id – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Timur menggandeng World Intellectual Property Organization (WIPO), untuk melahirkan pelaku UMKM berkelas dunia berbasis kekayaan intelektual (KI).

Sebanyak 75 UMKM dari berbagai daerah di Jatim terpilih mengikuti pelatihan bisnis internasional dengan dukungan Japan Patent Organization (JPO).

Program bertajuk WIPO Intellectual Property Management Clinic: Leveraging IP for Business Growth and Globalization ini resmi dibuka di Aula Raden Wijaya, Surabaya, Selasa (23/9).

Indonesia menjadi satu dari lima negara ASEAN yang berkesempatan menyelenggarakan program penguatan pemahaman KI bersama Singapura, Vietnam, Malaysia, dan Thailand. Surabaya sendiri ditunjuk sebagai kota ketiga setelah Jakarta dan Bandung.

Kegiatan berlangsung empat hari, 23–26 September 2025, dengan dua agenda utama. Hari pertama diisi workshop yang memuat paparan umum dan penguatan materi kelompok.

Selanjutnya, 24–26 September, sebanyak 20 UMKM terpilih akan mengikuti konsultasi privat. Dari 95 pendaftar, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) menyeleksi peserta berdasarkan kepemilikan sertifikat KI, bidang usaha, motivasi, hingga jumlah tenaga kerja.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Haris Sukamto, menegaskan bahwa saat ini fokus pemerintah bukan lagi sekadar pada banyaknya pendaftaran produk KI, melainkan sudah menuju tahap hilirisasi dan komersialisasi.

“UMKM harus naik kelas. Produk yang dihasilkan harus mampu bersaing di kancah nasional, regional, bahkan internasional,” tegasnya.

Associate Program Officer WIPO, Sarah Nassar, menyebut program yang berjalan sejak 2023 ini merupakan peluang emas bagi UMKM Indonesia.

“Kekayaan intelektual adalah jembatan untuk membawa produk UMKM ke level dunia. Peserta akan mendapat pelatihan, diskusi panel, hingga simulasi kasus untuk mengidentifikasi potensi aset tak benda yang dimiliki,” jelasnya.

Hari pertama kegiatan berjalan lancar dan mendapat apresiasi tinggi dari peserta. Program ini diharapkan melahirkan champion brands baru dari Jawa Timur yang siap bersaing di pasar global melalui pemanfaatan KI secara optimal.

Acara pembukaan turut dihadiri Associate Program Officer WIPO Sarah Nassar, Young Expert Professional WIPO Muhammad Djunaid Hamza Oozeerally, JICA Expert dari JPO Inoue Kazutoshi, Kadiv Pelayanan Hukum Raden Fadjar Widjanarko, Kepala Subdirektorat Kerja Sama Marchienda Werdany, serta narasumber dari K&K Advocates Risty Wulansari. R3D


 

76

Baca Lainnya