Ekonomi Bisnis Nasional Pariwisata

Rabu, 24 September 2025 - 19:28 WIB

7 bulan yang lalu

logo

Kuliner Lokal Naik Kelas, Wonderful Indonesia Gourmet Resmi Diluncurkan

Jakarta | klikku.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) resmi meluncurkan program Wonderful Indonesia Gourmet (WIG) di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Senin (22/9).

Program ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk mengangkat kuliner Nusantara ke panggung dunia, sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata gastronomi Indonesia.

Tak sekadar soal rasa, WIG dirancang sebagai gerakan besar yang melibatkan semua pihak dalam rantai kuliner, mulai dari petani, nelayan, pelaku UMKM, chef, hingga restoran.

Targetnya jelas, menjadikan makanan Indonesia bukan hanya disantap, tapi juga dialami sebagai bagian dari budaya autentik yang bernilai wisata.

Langkah awal program ini adalah mengkurasi restoran-restoran terbaik untuk dipromosikan ke pasar internasional. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan buku panduan kuliner Indonesia sebagai referensi resmi wisatawan asing dan pelaku industri pariwisata.

Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra Surabaya, Agoes Tinus Lis Indrianto, menilai WIG sebagai terobosan positif untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan asing. Namun, ia menekankan pentingnya konsistensi dan strategi jangka panjang.

“Kalau mau menyasar wisatawan asing, kedutaan besar Indonesia di luar negeri bisa dijadikan outlet promosi kuliner. Mereka harus diberi tugas memamerkan makanan-makanan Indonesia,” ujarnya, Rabu (24/9).

Menurut Agoes, WIG juga harus memperhatikan pelestarian kuliner lokal yang mulai langka. Ia mencontohkan semanggi Surabaya yang hingga kini masih sulit ditemukan oleh wisatawan.

“Informasi tentang lokasi dan ketersediaan makanan khas perlu lebih masif, baik digital maupun offline. Infrastruktur pendukungnya juga harus dibangun,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar program ini tidak hanya menguntungkan restoran besar yang sudah mapan, tetapi juga memberi ruang bagi kedai kecil dan UMKM.

“Belum tentu restoran besar rasanya lebih enak dibanding warung atau UMKM lokal. Justru banyak UMKM yang cita rasanya lebih otentik,” tambahnya.

Selain promosi, Agoes menekankan pentingnya pendampingan dan pembibitan sejak awal agar kuliner lokal memiliki standar rasa dan kualitas yang konsisten. Ia juga menyinggung fenomena promosi lewat restoran Indonesia di luar negeri.

“Kalau orang Prancis makan nasi goreng di sana, lalu datang ke Indonesia, mereka tentu ingin merasakan rasa asli yang lebih enak. Standar kuliner lokal di sini harus lebih tinggi. Jadi promosi ke luar negeri jangan sampai meninggalkan pembinaan di dalam negeri,” tandasnya.

Dengan WIG, pemerintah berharap kuliner Nusantara bisa menjadi pintu masuk baru bagi wisatawan dunia.

Lebih dari sekadar makanan, kuliner Indonesia diproyeksikan sebagai kekuatan ekonomi berbasis komunitas yang menyejahterakan masyarakat lokal. R3D


 

96

Baca Lainnya