SURABAYA | klikku.id – Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FTP UKWMS) bersama Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Cabang Surabaya menggelar Dialog Pangan bertajuk “Pangan yang Menghidupkan”, Senin (27/10), di Auditorium A201 Kampus Dinoyo.
Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Pekan Hari Pangan Sedunia yang berlangsung 27–30 Oktober 2025.
Selain dialog, kegiatan juga diramaikan bazar pangan karya mahasiswa di Plaza St. Agustinus, serta Cooking dan Baking Demo yang menampilkan inovasi pangan lokal.
Seluruh kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan, gizi berimbang, dan sistem pangan berkelanjutan.
Dialog menghadirkan pembicara lintas bidang dengan perspektif beragam tentang pangan, mulai dari sisi teologi, sosial, ekonomi hingga teknologi.
Mereka adalah Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo (Uskup Surabaya), Mohammad “Aan” Anshori (Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi), Andreas Maryoto (Direktur Kompas Institute), RP. MM Hardo Iswanto, CM (Ketua Komisi PSE-Karitas Keuskupan Surabaya), dan Indah Epriliati (Dosen FTP UKWMS).
Diskusi yang dimoderatori Untara Simon, dosen Fakultas Filsafat UKWMS, berjalan hangat dan reflektif. Para pembicara menekankan bahwa pangan bukan sekadar kebutuhan biologis, melainkan sarana mempererat kemanusiaan dan solidaritas sosial.
“Pangan yang menghidupkan berarti pangan yang diproduksi secara adil, didistribusikan merata, dan dikonsumsi dengan rasa syukur serta kepedulian terhadap bumi dan sesama,” ujar Simon.
“Kita perlu memperjuangkan pangan bukan hanya untuk mengenyangkan perut, tapi juga untuk keadilan dan kemanusiaan.” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, FTP UKWMS menegaskan komitmennya mendukung gerakan global menghadapi tantangan pangan masa depan.
Dialog ini menjadi ruang refleksi penting untuk membangun kesadaran bersama, bahwa setiap butir makanan memiliki nilai kehidupan yang harus dijaga bersama. @Man
