Daerah Pendidikan

Sabtu, 8 November 2025 - 15:54 WIB

1 bulan yang lalu

logo

klikku.id dok Biro Bangkalan.

klikku.id dok Biro Bangkalan.

Amatar Hadirkan Anam Ketua Pejalan Dalami Analisa Sosial dan Rekayasa Sosial di Villa Pink Trawas

Trawas | klikku.id – Para aktivis mahasiswa S1 yang tergabung dalam Asosiasi Mahasiswa Tanah Merah (Amatar) tampak antusias mengikuti sesi diskusi intensif di Villa Pink Trawas, Sabtu (8/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan Syaiful Anam S.Pd, yang akrab disapa Anam, Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan, sebagai narasumber utama.

Dalam kesempatan ini, Anam memaparkan dua konsep penting yang relevan bagi kalangan akademisi: Analisa Sosial (Ansos) dan Rekayasa Sosial (Reksos). Menurut Anam, Ansos merupakan alat kritis untuk memahami perilaku, pola interaksi, dan dinamika masyarakat secara mendalam.

“Analisa sosial bukan sekadar teori, tapi cara berpikir untuk menafsirkan fenomena sosial yang terjadi di sekitar kita, sehingga mahasiswa mampu membaca tanda-tanda perubahan sosial secara objektif,” jelas Anam.

Sementara itu, Reksos atau Rekayasa Sosial dijelaskan sebagai strategi intervensi terencana untuk memperbaiki, membentuk, atau mengarahkan pola sosial tertentu. Dalam konteks akademik, Reksos bisa dimanfaatkan untuk merancang program pengabdian masyarakat, advokasi kebijakan, maupun riset berbasis aksi sosial.

Anam menekankan bahwa Reksos harus berlandaskan etika dan pemahaman mendalam terhadap kondisi sosial, agar intervensi tidak justru menimbulkan konflik atau disorientasi masyarakat.

Para peserta, yang mayoritas adalah mahasiswa aktif di berbagai fakultas, terlihat aktif menanggapi pemaparan Anam dengan diskusi kritis. Beberapa dari mereka menyatakan bahwa materi ini membuka perspektif baru tentang peran mahasiswa dalam membaca dan memengaruhi masyarakat secara positif.

Dalam opini Anam, penguasaan Ansos dan Reksos merupakan fondasi penting bagi aktivis kampus. “Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga harus mampu menafsirkan realitas sosial dan merancang intervensi yang bermanfaat. Ini adalah bagian dari tanggung jawab intelektual dan sosial kita,” ujar Anam.

Kegiatan yang berlangsung santai namun penuh substansi ini menegaskan bahwa pembekalan teori sosial, bila dikemas dengan praktik diskusi dan studi kasus, mampu meningkatkan kepekaan sosial mahasiswa sekaligus memperluas kapasitas mereka sebagai agen perubahan di masyarakat.


(Red)

7

Baca Lainnya