Pendidikan Peristiwa

Selasa, 18 November 2025 - 16:28 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Mahasiswa Arsitektur ITS Raih Juara II Desain Halte Masa Depan Transjakarta

SURABAYA | klikku.id – Prestasi kembali dipersembahkan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Tim Vesta Fora dari Departemen Arsitektur berhasil meraih Juara II pada ajang Transjakarta BRT Station Design Competition, sayembara desain halte masa depan yang digelar PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

Kompetisi nasional ini menantang ratusan peserta—lebih dari 200 tim arsitektur dari berbagai kampus—untuk merancang halte modern yang inklusif sekaligus menghadirkan karakter budaya Betawi.

Sayembara meliputi tiga titik lokasi: Halte Lebak Bulus, Taman Sari, dan Mampang Prapatan. Karya-karya pemenang direncanakan diwujudkan sebagai halte percontohan pada 2026.

Tim Vesta Fora ITS, yang beranggotakan Nabil Malik Ibrahim, Naurah Qatrunnada R, dan M Raihan Adhika P, tampil menonjol pada kategori Halte Taman Sari melalui karya bertajuk Simpul Kota Budaya dan Mobilitas Jakarta.

“Halte kami tidak hanya berfungsi sebagai titik naik-turun penumpang, tapi sebagai simpul yang menghubungkan berbagai aktivitas urban di kawasan Taman Sari,” ujar Nabil, ketua tim.

Pendekatan berbasis konteks menjadi kekuatan utama desain ini. Dua massa bangunan dirancang melayang di atas aliran sungai tanpa merusak dinding Kali Batang Hari yang merupakan elemen konservasi. Pemilihan sistem struktur disusun hati-hati agar tetap menjaga integritas kawasan.

Aspek inklusivitas menjadi prioritas. Akses disiapkan untuk semua pengguna, termasuk penyandang disabilitas dan lansia, melalui pemasangan ramp di area halte dan lift pada jembatan penyeberangan orang (JPO).

Dari sisi kenyamanan, desain halte merespons iklim tropis Jakarta. Kanopi lebar, perforated panel, dan ventilasi alami membantu mengurangi panas dan menghadirkan sirkulasi yang baik.

Perforated panel juga berfungsi sebagai elemen estetika, memberi kesan fasad yang ringan dan transparan.

Sentuhan budaya Betawi diterjemahkan secara elegan melalui pagar langkan, teras, tegel, hingga motif batik Betawi pada panel. Unsur-unsur ini memperkuat identitas visual tanpa mengganggu fungsi halte sebagai fasilitas publik modern.

Raihan ini menegaskan kemampuan mahasiswa ITS merancang solusi arsitektur yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Bila direalisasikan oleh Transjakarta tahun depan, Simpul Kota akan menjadi kontribusi nyata generasi muda ITS bagi masa depan ruang publik dan sistem transportasi Jakarta, lebih inklusif, humanis, dan nyaman.

Karya ini juga selaras dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9, SDG 10, SDG 11, dan SDG 13. AMan


 

84

Baca Lainnya