SURABAYA | klikku.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) masih menegaskan dominasinya sebagai pusat inovasi maritim Indonesia, lewat gelaran The 10th SENTA 2025, yang digelar Rabu–Kamis (26–27/11), di Grha Sepuluh Nopember ITS Surabaya.
Acara yang menjadi bagian dari International Conference on Marine Technology and Application itu, menjadi ajang penting kolaborasi riset energi bersih, ekonomi biru, hingga digitalisasi sektor maritim.
Tahun ini, The 10th SENTA 2025 mencatat lonjakan partisipasi. Lebih dari 80 paper dipresentasikan peneliti dari berbagai negara.
Sementara 20 perusahaan Indonesia dan mancanegara, memamerkan teknologi terbarunya. Mulai dari elektrifikasi kapal, energi terbarukan, sistem otomasi pelabuhan, hingga inovasi digital kelautan.
Konferensi juga semakin mengukuhkan status internasionalnya, lewat kehadiran peserta dari Indonesia, Jerman, Singapura, Malaysia, Jepang, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Dalam sambutannya, Rektor ITS Prof. Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., menegaskan The 10th SENTA 2025 menjadi momentum bagi ITS, dalam membuka ruang kerja sama penelitian dan industri secara lebih luas.
“Konferensi internasional seperti SENTA mempertemukan peneliti global. Hingga membuka peluang kolaborasi riset, dan memperkuat posisi Indonesia dalam teknologi maritim. Di sini bukan hanya tempat presentasi. Tapi juga ruang berbagi pengetahuan dan membangun jejaring jangka panjang,” ujarnya, Rabu (26/11).
ITS, lanjut Bambang, memiliki misi mengakselerasi transisi energi bersih sektor maritim. “Saat ini, kami tengah mengembangkan teknologi kapal ramah lingkungan, sistem energi terbarukan seperti solar farm, hingga inovasi kendaraan listrik,”ungkapnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Kelautan ITS, Dr. Ing. Ir. Setyo Nugroho, menyebut The 10th SENTA 2025 bukan sekadar arena akademik. Tetapi langkah strategis memperkuat ekosistem pendidikan maritim nasional.
“Tahun ini kami melanjutkan inisiatif dengan meresmikan Forum Pendidikan Tinggi Maritim Indonesia sebagai platform komunikasi kampus akademik dan vokasi,” jelasnya.
Forum tersebut menghimpun ITS, UI, ITB, Unhas, serta institusi vokasi seperti Politeknik Perkapalan Surabaya, Politeknik Pelayaran, dan STIP Jakarta.
“Industri maritim terlalu besar untuk dikerjakan sendirian. ITS bukan superman, tapi kalau bersama kita bisa jadi superteam,” tegasnya.
Sekain konferensi dan pameran industri, The 10th SENTA 2025 menggelar forum bisnis, hingga pelatihan teknis yang berfokus pada beberapa hal. Diantaranya:
- dekarbonisasi industri maritim
- penggunaan energi bersih (LNG, metanol, hidrogen, solar)
- elektrifikasi pelabuhan dan kawasan pesisir
- inovasi kapal rendah emisi
- penguatan ekonomi biru dan keberlanjutan sumber daya laut
Acara yang dipusatkan di Grha Sepuluh Nopember ITS itu, dihadiri lebih dari 300 peserta dari berbagai lembaga nasional maupun internasional.
Melalui The 10th SENTA 2025, ITS mempertegas perannya sebagai pemain utama dalam akselerasi teknologi maritim berkelanjutan. Sekaligus menjadi motor kolaborasi global menuju masa depan maritim yang lebih hijau, efisien, dan inovatif. AMan
