SURABAYA | klikku.id – Memperingati Hari Dongeng Nasional yang jatuh pada 28 November, komunitas Kumpul Dongeng Surabaya membuka gelaran Festival Dongeng Surabaya (FDS) 2025 di Perpustakaan Daerah Jawa Timur, Sabtu (29/11).
Pembukaan festival ditandai dengan peluncuran 14 buku dongeng anak, yang mengusung eksplorasi tema Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM).
Founder Kumpul Dongeng, Inge Ariani Safitri, mengatakan bahwa perilisan buku ini merupakan bagian dari upaya memperkaya literasi anak melalui cerita yang dekat dengan dunia sains dan kreativitas.
“Selain peluncuran buku, FDS 2025 juga menghadirkan workshop ilustrasi dan dongeng, penampilan tari dari sanggar, hingga pertunjukan menyanyi dengan bahasa isyarat,” ujarnya.
Tahun ini, FDS mengusung tema “Menjelajah Semesta”. Tema tersebut tidak hanya menjadi identitas acara, tetapi juga menjadi pedoman dalam merancang isi dan ilustrasi seluruh buku dongeng.
Inge menjelaskan bahwa setiap tahun Kumpul Dongeng mengadakan kelas menulis bagi relawan, kemudian hasilnya dibukukan bekerja sama dengan ilustrator dari DKV ITS.
Dari sisi penyelenggara, Luwitaningsari, Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusip) Jatim, menyebut kerja sama antara Disperpusip dan Kumpul Dongeng telah terjalin sejak 2015.
Menurutnya, festival ini konsisten menjadi ruang yang efektif untuk menumbuhkan minat baca anak.
“Bukan hanya membaca, tapi juga workshop, menulis konten, sampai bedah buku. Semua dirancang supaya anak-anak tertarik dengan dunia literasi,” tuturnya.
Inge berharap FDS 2025 dapat memperluas kepercayaan bahwa dongeng tetap menjadi media paling efektif untuk menyampaikan pesan moral dan mempererat hubungan orang tua dan anak.
“Kami ingin lebih banyak orang tua, guru, dan relawan muda terlibat menyebarkan semangat dongeng. Harapannya, literasi anak di Jawa Timur terus meningkat,” pungkasnya. Nughie
