Nasional

Rabu, 31 Desember 2025 - 10:29 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Mahasiswa ITS Ciptakan Mesin Telur Asin Berteknologi NIR, Produksi Cuma 5 Jam

SURABAYA | klikku.id – Inovasi mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mencuri perhatian.

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI) ITS berhasil mengembangkan alat pembuat telur asin berbasis sensor Near Infrared (NIR) bernama Osmotic Manipulation and Near Infrared Controlled (Osmoinc).

Teknologi ini memangkas waktu produksi telur asin dari belasan hari menjadi hanya lima jam.

Ketua Tim Osmoinc, Achmad Mahendra, mengatakan inovasi ini lahir dari kegelisahan melihat metode tradisional yang masih banyak digunakan pelaku UMKM.

Proses penggaraman menggunakan tanah liat dan garam membutuhkan waktu 10–14 hari, sehingga kerap menghambat pemenuhan permintaan pasar, termasuk untuk kebutuhan ekspor.

“Dengan permintaan yang terus meningkat, UMKM butuh teknologi yang lebih cepat, higienis, dan konsisten hasilnya,” ujar Mahendra, Selasa (30/12).

Osmoinc bekerja dengan memanipulasi tekanan osmosis selama proses penggaraman telur. Perbedaan konsentrasi garam di dalam dan luar telur dikontrol secara presisi, lalu dipantau menggunakan sensor NIR yang mampu menganalisis tingkat kemasiran telur tanpa merusaknya (non-destructive).

Secara teknis, alat ini berukuran sekitar 53 x 56 x 50 sentimeter dan mampu memproses hingga 150 butir telur dalam satu kali operasi. Mesin berdaya 1.650 watt ini menggunakan material galvanis dan stainless steel SS316 yang aman untuk pangan.

Proses pembuatannya pun terstandar. Telur direndam asam asetat 15 persen selama lima menit, dibilas air bersih, kemudian direbus dalam larutan NaCl 30 persen selama empat jam pada suhu 70 derajat Celsius. Tahap akhir, tingkat kemasiran telur diperiksa menggunakan sensor NIR.

Hasilnya, penetrasi garam menjadi lebih merata, rasa lebih konsisten, serta daya simpan telur meningkat. Risiko pertumbuhan mikroba juga dapat ditekan secara signifikan.

Mahendra menegaskan, inovasi ini diharapkan membantu UMKM meningkatkan kapasitas produksi tanpa mengorbankan kualitas.

Selain berdampak ekonomi, Osmoinc juga mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, dan inovasi industri.

“Harapannya, teknologi ini bisa menjadi solusi nyata bagi pelaku usaha dan memacu lahirnya inovasi-inovasi baru dari kampus,” pungkasnya. AMan


 

218

Baca Lainnya