Kesehatan Pendidikan Peristiwa

Minggu, 4 Januari 2026 - 12:29 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Cegah Ledakan Populasi, FKH Unair Sterilkan Kucing Liar Kampus

SURABAYA | klikku.id – Universitas Airlangga (Unair) mulai mengambil langkah tegas untuk mengatasi persoalan kucing liar di lingkungan kampus.

Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair bersama Rumah Sakit Hewan (RSH) Unair menggelar program kastrasi kucing liar selama 3–5 Januari 2026.

Program ini menjadi bagian dari peringatan Dies Natalis ke-54 FKH Unair, sekaligus respons atas keluhan mahasiswa terkait meningkatnya populasi kucing liar di Kampus A, B, dan C.

Dekan FKH Unair Prof. Dr. Lilik Maslachah drh., M.Kes., menyatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi mahasiswa yang disampaikan dalam forum hearing dengan pimpinan universitas.

“Masalah ini sudah lama dikeluhkan mahasiswa. Setelah hearing, Pak Rektor memberi kewenangan kepada FKH untuk menanganinya,” ujarnya.

Dalam program ini, FKH Unair menargetkan kastrasi terhadap 30 hingga 50 ekor kucing jantan liar, yang berkeliaran di lingkungan kampus Unair.

Kucing yang telah menjalani tindakan medis akan dilepas kembali ke area kampus, namun tetap dibuka kesempatan adopsi bagi masyarakat yang berminat.

“Kucing yang dikastrasi tidak lagi mampu bereproduksi. Ini cara paling efektif untuk mengendalikan populasi secara berkelanjutan,” jelasnya.

Selain persoalan populasi, keberadaan kucing liar juga dinilai berisiko terhadap kesehatan. Prof. Lilik menegaskan, penyakit zoonosis seperti toksoplasmosis dapat menular dari hewan ke manusia jika tidak ditangani dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur RSH Unair Dr. Nusdianto Triakoso drh., M.P., menambahkan, bahwa pengendalian populasi harus disertai edukasi masyarakat.

“Media berperan menyebarkan informasi dan mengedukasi masyarakat, terkait pentingnya tanggung jawab pemilik hewan sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 Tahun 2025 tentang Kesejahteraan Hewan. Bahwa hewan peliharaan bukan untuk ditelantarkan. Ini soal etika dan kemanusiaan,” tegasnya.

Untuk itu, kastrasi dilakukan dengan prosedur medis standar menggunakan anestesi umum. Selain menekan populasi, tindakan ini juga berdampak positif pada perilaku kucing, seperti mengurangi agresivitas dan kebiasaan berkeliaran.

Kegiatan tersebut melibatkan dosen, dokter hewan, paramedis, dan mahasiswa FKH Unair sebagai bagian dari pembelajaran etika, kesejahteraan hewan, serta pendekatan One Health.

Unair berharap program ini menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan kucing liar di lingkungan kampus. AMan


 

169

Baca Lainnya