Ekonomi Bisnis Pendidikan Peristiwa

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:29 WIB

4 bulan yang lalu

logo

ITS & PLN Siapkan SDM dan Edukasi Publik Sambut PLTN Pertama Indonesia

SURABAYA | klikku.id – Menyongsong rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Tanah Air, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Institut Teknologi PLN (ITPLN) memperkuat upaya edukasi dan kesiapan sumber daya manusia.

Langkah itu diwujudkan melalui forum Capacity Building Awareness Nuklir 2026 yang digelar di Kampus ITS, Kamis (22/1).

Forum ini mempertemukan para pakar lintas disiplin untuk membahas energi nuklir sebagai sumber energi bersih yang andal, aman, dan terkendali.

Wakil Rektor IV ITS Prof. Agus Muhamad Hatta menegaskan bahwa tantangan utama pengembangan PLTN bukan hanya teknologi, tetapi juga penerimaan publik.

“Banyak masyarakat menginginkan manfaat energi nuklir, tetapi masih khawatir terhadap risikonya. Karena itu, edukasi yang objektif dan berkelanjutan menjadi fondasi penting sebelum PLTN benar-benar hadir,” ujarnya.

Menurut Hatta, Indonesia memiliki kapasitas untuk mengikuti jejak negara-negara yang telah sukses mengoperasikan PLTN secara aman.

ITS pun mulai menyiapkan talenta dari berbagai disiplin, mulai dari teknik, keselamatan nuklir, hingga sistem tenaga listrik, agar siap mendukung adopsi teknologi tersebut.

Sementara itu, Wakil Rektor IV ITPLN Dr. M. Ahsin Sidqi menyampaikan bahwa nuklir berpotensi menjadi bagian penting dari diversifikasi energi nasional. “PLTN dapat memperkuat ketahanan dan kemandirian energi Indonesia dalam jangka panjang,” katanya.

Dari sisi industri, General Manager Puslitbang Ketenagalistrikan PLN, Mochammad Soleh, menilai Indonesia membutuhkan sumber energi baru yang stabil dan rendah emisi.

Karakteristik energi nuklir yang bersih dan dapat dikendalikan dinilai relevan dengan target transisi energi nasional.

“Dalam RUPTL 2025–2034, PLTN ditargetkan mulai beroperasi pada 2032–2034. Waktunya tidak lama, sehingga keterlibatan aktif akademisi, peneliti, dan masyarakat sangat dibutuhkan sejak sekarang,” ujar Soleh.

Kolaborasi ITS–PLN ini diharapkan menjadi langkah awal membangun pemahaman publik, sekaligus menyiapkan SDM unggul untuk mendukung pengembangan PLTN di Indonesia.

Selain mendorong energi bersih dan terjangkau, inisiatif ini juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam pendidikan berkualitas dan kemitraan global menuju pembangunan berkelanjutan. AMan


 

117

Baca Lainnya