Pendidikan Peristiwa Teknologi IT

Senin, 26 Januari 2026 - 19:28 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Panen di Bawah Panel Surya, ITS Buktikan Energi & Pangan Bisa Jalan Beriringan 

SURABAYA | klikku.id — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali memanen hasil inovasi. Bukan hanya sayuran, tapi juga harapan.

Di Kebun Smart Agrivoltaic Project Renewable Energy Integration Demonstrator of Indonesia (REIDI), Jumat (23/1), ITS menggelar panen raya sawi dan kangkung yang tumbuh subur tepat di bawah hamparan panel surya.

Dipimpin langsung Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati, panen ini menandai keberhasilan riset agrivoltaic, konsep yang mengawinkan produksi pangan dengan energi terbarukan.

Dari satu lahan, ITS menghasilkan dua manfaat sekaligus: listrik dari matahari dan sayuran untuk pangan.

“Ini bukan sekadar panen sayur. Ini panen harapan,” kata Bambang. Ia menjelaskan, REIDI merupakan bagian dari program INSPIRASI, kerja sama ITS dengan Nanyang Technological University (NTU) Singapura dan sejumlah kampus di Indonesia. Tujuannya membangun living laboratory energi terbarukan pertama di Tanah Air.

“Meski banyak tantangan, ITS berkomitmen mengembangkan REIDI agar bermanfaat bagi keilmuan, energi, dan pangan,” tegasnya.

Dari sisi energi, dampaknya nyata. Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS Fadlilatul Taufany menyebut, fasilitas REIDI kini menyuplai listrik sekitar 1,2 MWh per hari.

Angka itu setara penghematan Rp 470 juta per tahun. Dari perspektif lingkungan, penyerapan emisi CO₂ diperkirakan mencapai 370 ton per tahun.

Tak berhenti di situ. “Setelah panel surya dan kebun agrivoltaic, REIDI akan dikembangkan dengan pembangkit biomassa dan hidrogen,” ujar Fadlilatul. Artinya, ITS menyiapkan REIDI sebagai pusat riset energi masa depan yang komplet.

Kebun agrivoltaic ini menunjukkan bahwa inovasi tak harus jauh dari kehidupan sehari-hari. Dari sinar matahari yang diubah jadi listrik, hingga sayuran yang tumbuh di bawahnya.  Semuanya dirancang untuk menjawab dua tantangan besar, ketahanan energi dan pangan.

Langkah ITS sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs): tanpa kelaparan, energi bersih dan terjangkau, serta penanganan perubahan iklim. Di kampus ini, riset tak hanya berhenti di jurnal—tapi tumbuh, berbuah, dan bisa dipanen. AMan


 

129

Baca Lainnya