SURABAYA | klikku.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur memastikan stabilitas sektor jasa keuangan di Jatim hingga akhir 2025 tetap terjaga.
Fondasi ini menjadi modal kuat menghadapi prospek ekonomi 2026 yang penuh tantangan sekaligus peluang.
Kepala OJK Provinsi Jawa Timur Yunita Linda Sari menegaskan, kinerja sektor keuangan daerah masih solid dan resilien di tengah dinamika global.
“Stabilitas sektor jasa keuangan Jawa Timur tetap terjaga dengan likuiditas yang kuat, permodalan memadai, serta risiko yang terkendali. Ini menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tahun 2026,” ujarnya, Rabu (28/1).
Ia menambahkan, dari sisi makro, inflasi Jatim masih dalam koridor aman. Data Bank Indonesia mencatat inflasi November 2025 sebesar 2,63 persen (yoy), lalu naik ke 2,93 persen pada Desember karena faktor musiman, terutama pangan dan kebutuhan akhir tahun.
“Pasar modal juga menunjukkan akselerasi kuat. Jumlah investor saham tembus 1,1 juta atau tumbuh 33 persen (yoy). Nilai transaksi saham mencapai Rp51,84 triliun, melonjak lebih dari dua kali lipat. Penjualan reksa dana juga meroket 249 persen menjadi Rp5,83 triliun,” ungkapnya.
Perbankan tetap solid. Kredit tumbuh 2,29 persen menjadi Rp623 triliun. Dana Pihak Ketiga naik 4,49 persen ke Rp826 triliun. Likuiditas sangat memadai dengan rasio AL/NCD 160,98 persen. Rasio kredit bermasalah (NPL net) terjaga di 1,53 persen, sementara permodalan kuat dengan CAR 31,02 persen.
Di sektor industri keuangan nonbank, premi asuransi mencapai Rp12,31 triliun. Dana pensiun mengelola aset Rp4,65 triliun. Penjaminan dan pergadaian tumbuh agresif. Fintech lending menyalurkan Rp11,23 triliun kepada lebih dari 17 juta peminjam.
” OJK Jatim juga memperkuat perlindungan konsumen dan literasi. Sepanjang 2025, ribuan pengaduan ditangani dan lebih dari 1,4 juta warga teredukasi lewat program inklusi keuangan,” tuturnya
“Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis sektor keuangan Jatim akan terus menjadi motor penggerak ekonomi daerah menuju 2026 yang lebih inklusif dan berdaya saing,” pungkasnya.AMan
