SURABAYA | klikku.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) tancap gas memperkuat layanan logistik nasional.
Serangkaian pembaruan operasional dan kedatangan alat bongkar muat baru disiapkan untuk mendongkrak efisiensi serta memperlancar arus peti kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak.
Dalam forum silaturahmi dan dialog di Gedung Administrasi TPS akhir Februari lalu, Direktur Utama TPS Wahyu Widodo bersama Direktur Operasi Noor Budiwan dan Ketua DPW Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia Jawa Timur (ALFI Jatim) Sebastian Wibisono memaparkan kesiapan fasilitas baru tersebut.
Sebastian menyebut hampir seluruh peralatan bongkar muat kini merupakan unit baru. Kehadiran fasilitas tambahan seperti area fumigasi dan alat pemindai ekspor-impor juga mempercepat proses pemeriksaan barang secara terintegrasi.
“Ini angin segar bagi pelaku logistik. Ritme kerja TPS juga makin solid,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penyeimbangan layanan di Tanjung Perak, sejumlah unit Container Crane (CC) turut dialokasikan ke Terminal Berlian agar distribusi layanan lebih merata.
Wahyu Widodo menegaskan komitmen transparansi operasional. Melalui website resmi TPS, aktivitas terminal dapat dipantau secara real time. “Kami ingin layanan yang modern, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa,” tegasnya.
Dari sisi operasional, TPS telah mendatangkan total 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) dalam tiga tahap. Empat unit sudah beroperasi, sementara 10 lainnya menyusul bertahap.
Tak hanya itu, empat unit Container Crane baru dijadwalkan tiba akhir April dan ditargetkan beroperasi pertengahan 2026.
Noor Budiwan menambahkan, TPS juga menerapkan pengaturan ritme kerja adaptif menjelang Lebaran, termasuk penyesuaian jam operasional saat sahur dan berbuka.
Strategi pengendalian antrean dan pemantauan rutin forecast ekspor-impor dilakukan untuk menjaga fleksibilitas area Container Yard (CY), baik inbound maupun outbound.
“Hasilnya, keluhan eksternal menurun signifikan,” ujarnya.
Dengan tambahan alat dan pembaruan sistem tersebut, TPS optimistis mampu memangkas waktu sandar kapal, meningkatkan kapasitas penanganan terminal, serta memperkuat daya saing logistik Jawa Timur. AMan
