Daerah

Rabu, 25 Maret 2026 - 22:24 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Foto dok : Sudiyo Kepala Dinas KB PPPA di Ruang Kerjanya. klikku.id Biro Bangkalan.

Foto dok : Sudiyo Kepala Dinas KB PPPA di Ruang Kerjanya. klikku.id Biro Bangkalan.

Sudiyo Sebut Dinas KB PPPA Pemkab Bangkalan Fokus Sukseskan Tiga Pilar Utama

Bangkalan |klikku.id – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangkalan memfokuskan program kerja tahun anggaran 2026 pada tiga pilar utama, yakni pengendalian penduduk, pelayanan keluarga berencana (KB), serta peningkatan kesejahteraan dan ketahanan keluarga.

Hal tersebut disampaikan Sudiyo Kepala Dinas KB PPPA Pemkab Bangkalan dalam pemaparan program yang ditujukan kepada masyarakat Bangkalan. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan program berada di bawah koordinasi dua kementerian, yakni Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Program utama kami ada tiga, yaitu pengendalian penduduk, peningkatan akseptor KB, dan kesejahteraan serta ketahanan keluarga. Ini menjadi benang merah seluruh kegiatan di tahun 2026,” ujarnya.

Selain itu, disektor pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, pemerintah daerah menempatkan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sebagai prioritas.

Melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), layanan cepat tanggap telah disiapkan, mulai dari satuan tugas, pendamping psikolog hingga layanan hotline yang memungkinkan korban segera mendapatkan penanganan dan penjemputan.

Dibidang keluarga berencana, program pengendalian penduduk diarahkan pada pengaturan jarak kelahiran dan peningkatan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Yoyo menegaskan bahwa slogan “dua anak lebih sehat” bukan bertujuan membatasi jumlah anak, melainkan mendorong keluarga merencanakan masa depan anak secara lebih matang.

“Dengan dua anak, orang tua bisa lebih fokus merencanakan pendidikan dan kehidupan anak ke depan. Idealnya jarak kelahiran sekitar lima tahun sesuai kondisi masing-masing keluarga,” jelasnya.

Untuk mendukung pelaksanaan di lapangan, DP2KBP3A mengandalkan jaringan penyuluh KB yang tersebar di 18 kecamatan. Setiap kecamatan memiliki balai penyuluh dengan keterbatasan tenaga, sehingga diperkuat oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) di tingkat desa.

Saat ini tercatat sebanyak 817 tim TPK dengan total 2.451 kader yang terdiri dari bidan, kader KB, dan unsur PKK. Mereka bertugas melakukan pendataan pasangan usia subur, ibu hamil, kelahiran anak, hingga calon pengantin sebagai bagian dari upaya pengendalian penduduk.

Sementara dari sisi capaian program, penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang seperti implan, IUD, serta sterilisasi dinilai memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi dalam menekan laju pertumbuhan penduduk. Pemerintah daerah berharap melalui sinergi penyuluh dan kader di desa, target nasional pengendalian penduduk dapat tercapai dan laju pertumbuhan penduduk Bangkalan dapat mendekati rata-rata nasional maupun Provinsi Jawa Timur.

Program ini diharapkan mampu menciptakan keluarga yang lebih sehat, sejahtera, serta berdaya saing di masa depan.

#Anam

87

Baca Lainnya