Daerah Kasuistika

Selasa, 9 Juni 2026 - 04:13 WIB

2 jam yang lalu

logo

Dok gambar foto ist klikku.id

Dok gambar foto ist klikku.id

Membela Hak KPM Wilayah Tanah Merah Bangkalan, Menjaga Martabat Bantuan Pangan Negara Indonesia

Oleh: Syaiful Anam, S.Pd
Jurnalis klikku.id | Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (Pejalan)

Bangkalan | klikku.id — Di sejumlah desa di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, beberapa waktu terakhir muncul keluhan dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terkait kualitas beras bantuan pangan yang mereka terima. Sebagian warga mengaku mendapati beras dengan kondisi yang dinilai kurang layak untuk dikonsumsi. Keluhan tersebut kemudian berkembang menjadi perbincangan publik karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini menjadi sasaran program perlindungan sosial pemerintah.

Sebagai jurnalis yang turun langsung menemui masyarakat, saya melihat persoalan ini bukan semata-mata tentang beras. Ada sisi kemanusiaan yang jauh lebih besar yang perlu dipahami bersama.

Dibalik setiap karung beras bantuan yang diterima warga, terdapat harapan keluarga-keluarga sederhana yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ada lansia yang hidup mengandalkan bantuan pemerintah, ada janda yang membesarkan anak seorang diri, ada buruh harian yang penghasilannya tidak menentu, serta masyarakat rentan lainnya yang menjadikan bantuan pangan sebagai salah satu penyangga kebutuhan rumah tangga mereka.

Karena itu, ketika muncul keluhan mengenai kualitas beras yang diterima, maka yang perlu ditempatkan sebagai prioritas utama adalah suara dan kepentingan para KPM tersebut.

Masyarakat tidak sedang meminta fasilitas mewah. Mereka hanya berharap bantuan yang diberikan negara melalui program bantuan pangan benar-benar sampai dalam kondisi yang layak dan sesuai standar. Harapan itu sangat sederhana, namun memiliki makna besar bagi keluarga yang setiap hari harus menghitung pengeluaran demi memenuhi kebutuhan makan.

Dalam perspektif kemanusiaan, keluhan warga tidak boleh dimaknai sebagai bentuk ketidaksyukuran. Sebaliknya, keluhan tersebut merupakan bentuk kepedulian agar program yang baik ini tetap berjalan sesuai tujuan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Sebagai Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan, saya memandang bahwa kontrol sosial yang dilakukan masyarakat dan media merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan publik. Ketika ditemukan persoalan di lapangan, maka yang dibutuhkan bukan saling menyalahkan, melainkan keterbukaan, evaluasi, dan langkah perbaikan yang cepat dari seluruh pihak yang terlibat dalam rantai distribusi bantuan pangan.

Program bantuan pangan adalah program yang sangat mulia. Program ini hadir untuk melindungi masyarakat yang membutuhkan. Oleh sebab itu, kualitas bantuan yang diterima warga harus menjadi perhatian bersama, mulai dari proses pengadaan, penyimpanan di gudang, hingga distribusi ke tangan penerima manfaat.

Kita semua tentu berharap persoalan yang muncul di beberapa desa di Kecamatan Tanah Merah dapat menjadi bahan evaluasi konstruktif. Tujuannya bukan untuk menjatuhkan institusi tertentu, melainkan memastikan bahwa hak masyarakat penerima bantuan benar-benar terlindungi.

Pada akhirnya, membela KPM berarti membela hak warga negara untuk memperoleh pangan yang layak. Membela KPM berarti menjaga martabat masyarakat kecil yang menjadi penerima manfaat program negara. Dan membela KPM juga berarti menjaga kepercayaan publik terhadap program bantuan sosial yang selama ini diharapkan mampu meringankan beban hidup masyarakat.

Sebab bagi keluarga kurang mampu, sekarung beras bantuan bukan sekadar komoditas pangan. Di dalamnya terdapat harapan, rasa aman, dan bukti bahwa negara hadir untuk mereka.


Bangkalan, Juni 2026
Syaiful Anam, S.Pd

34

Baca Lainnya