Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WIB

2 jam yang lalu

logo

BI Jatim Perkuat Data Ekonomi dan Dorong Transaksi Mata Uang Lokal

SURABAYA | klikku.id – Ketidakpastian ekonomi global mendorong Bank Indonesia (BI) Jawa Timur memperkuat pemantauan kondisi ekonomi daerah.

Salah satunya dengan menggandeng pelaku usaha dan akademisi sebagai sumber informasi mengenai perkembangan sektor riil.

Upaya tersebut dilakukan melalui Temu Responden dan Sosialisasi Local Currency Transaction (LCT) yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Timur di Surabaya, Selasa (1/9/2026).

Sekitar 200 responden survei dan kontak liaison hadir dalam kegiatan tersebut. Informasi yang mereka sampaikan menjadi bahan penting bagi BI dalam menyusun asesmen serta merumuskan kebijakan ekonomi.

Kepala KPwBI Jawa Timur Ibrahim mengatakan, responden memiliki posisi penting karena memberikan gambaran langsung mengenai kondisi perekonomian di lapangan.

“Bagi Bank Indonesia, responden bukan sekadar sumber data. Responden adalah strategic partner yang membantu memahami perekonomian Jawa Timur,” ujarnya.

Ia menambahkan, BI Jatim saat ini menjalankan 11 jenis survei untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan sektor riil. “Data tersebut kemudian dipadukan dengan informasi dari berbagai lembaga untuk menghasilkan asesmen ekonomi yang lebih komprehensif,” ungkapnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai kualitas data lapangan sangat menentukan ketepatan analisis ekonomi.

“Data dari lapangan yang lengkap menjadi basis dalam diskusi kebijakan,” katanya.

Selain membahas pentingnya data, forum tersebut juga menyoroti Local Currency Transaction (LCT). Sistem ini memungkinkan transaksi perdagangan dan investasi antarnegara menggunakan mata uang lokal sehingga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap mata uang tertentu sekaligus memitigasi risiko nilai tukar.

Sosialisasi LCT menghadirkan Chief Economist Bank Permata Josua Pardede, Deputi Direktur Departemen Internasional BI Elyana K. Widyasari, dan Kepala Bidang Kantor Wilayah Bea Cukai Jatim I Bagus Sulistijono.

Pelaku usaha dapat memanfaatkan skema tersebut melalui bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD). Saat ini, Indonesia telah menjalin kerja sama LCT dengan Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

BI Jatim juga menghadirkan Banking Consultation Desk yang melibatkan sejumlah bank ACCD. Fasilitas itu dimanfaatkan eksportir dan importir untuk berkonsultasi mengenai mekanisme LCT serta layanan perbankan yang mendukung transaksi internasional.

Sebagai penutup, Ibrahim berharap forum tersebut membuat pelaku usaha semakin memahami perkembangan ekonomi, mengantisipasi risiko transaksi lintas negara, sekaligus memanfaatkan peluang penggunaan mata uang lokal. AM@n

11

Baca Lainnya