Daerah Ekonomi Bisnis Pelayanan Publik

Rabu, 23 September 2026 - 17:11 WIB

1 jam yang lalu

logo

Dok foto gambar ist KLIKKU.ID ANAM Biro BANGKALAN.

Dok foto gambar ist KLIKKU.ID ANAM Biro BANGKALAN.

HMD GEMAS BANGKALAN DITARGET JADI JEMBATAN SOLUSI PERSOALAN SPPG

BANGKALAN | KLIKKU.ID – Kehadiran HMD GEMAS di Kabupaten Bangkalan ditargetkan tidak berhenti sebagai wadah organisasi, tetapi berkembang menjadi ruang komunikasi, koordinasi, sekaligus jembatan penyelesaian berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program SPPG di lapangan.

Target tersebut disampaikan Ahmad Sodiq, Bendahara HMD DPC Bangkalan, seusai mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Aula Pendopo Pratanu Kabupaten Bangkalan, Rabu (23/9/2026).

Menurut Sodiq, salah satu latar belakang pembentukan HMD GEMAS di Bangkalan adalah kebutuhan terhadap wadah yang dapat mempertemukan dan mengoordinasikan para mitra yang berkaitan dengan pengelolaan sampah dari dapur-dapur SPPG.

Keberadaan wadah tersebut, kata dia, diharapkan mampu memastikan mitra pengelola sampah dapat menjalankan fungsi pelayanannya secara lebih terarah, sekaligus membantu menciptakan sinkronisasi antara kebutuhan dapur SPPG, mitra, pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya.

“Yang pertama tentunya adalah mencapai tempat atau wadah dari mitra-mitra terkait penyelamat sampah yang ada di dapur. Sehingga ini menjadi tempat kepada BPG maupun KSPG di tempat-tempat dapur,” ujar Sodiq.

Bagi Sodiq, persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program tidak cukup hanya diidentifikasi. Diperlukan ruang komunikasi yang memungkinkan setiap persoalan dibahas bersama untuk mendapatkan solusi.

Hal inilah yang menurutnya menjadi salah satu target HMD GEMAS setelah dapat berjalan secara optimal di Kabupaten Bangkalan.

Selama pelaksanaan program, lanjut Sodiq, masih terdapat sejumlah kewajiban yang belum sepenuhnya dipenuhi, baik oleh mitra maupun SPPG. Kondisi tersebut menjadi ruang bagi HMD untuk mengambil peran sesuai kapasitasnya.

“Nah itu nanti HMD akan mengambil peran di sebelah mana, agar apa yang menjadi persoalan tadi bisa segera diatasi atau mendapatkan solusi,” katanya.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian HMD GEMAS adalah pengelolaan sampah dari dapur SPPG, termasuk persoalan retribusi lingkungan.

Sodiq menjelaskan, terdapat dapur yang secara geografis belum sepenuhnya dapat tersentuh pelayanan pihak lingkungan hidup. Akibatnya, pengelolaan sampah dilakukan secara mandiri. Namun kondisi tersebut tetap perlu ditempatkan dalam kerangka kewajiban dan ketentuan yang berlaku.

“Karena memang ada beberapa dapur yang jangkauannya mungkin tidak bisa tersentuh oleh pihak lingkungan hidup. Akhirnya sampahnya diolah sendiri. Tapi ini menjadi kewajiban dan menjadi temuan untuk kita sikapi, bagaimana kita sinkronisasi semua bersama,” jelasnya.

Dalam konteks tersebut, target HMD GEMAS bukan mengambil alih kewenangan pihak lain, melainkan membangun komunikasi agar persoalan yang muncul antara dapur, mitra pengelola sampah dan pemerintah daerah dapat dicarikan jalan keluar secara bersama.

Dengan demikian, keberadaan HMD diharapkan mampu menjadi ruang penghubung ketika terjadi persoalan yang membutuhkan koordinasi lintas pihak.

Target HMD GEMAS juga bersinggungan dengan upaya mendorong tertibnya pemenuhan persyaratan operasional dapur SPPG.

Sodiq menyinggung mengenai SPS2 sebagai salah satu bentuk pemenuhan persyaratan yang harus dipenuhi dapur. Ia menyebut, di Kecamatan Tanah Merah terdapat tujuh dapur yang saat ini beroperasi dan tiga di antaranya disebut telah menerima SPS2.

“Untuk SPS2 itu sebagai bentuk bahwa dapur sudah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Kalau tidak salah, di Tanah Merah ini ada tujuh dapur yang operasi saat ini. Yang sudah menerima SP2S alhamdulillah ada tiga dapur,” ungkapnya.

Salah satu dapur tersebut adalah dapur yang dikelola Sodiq di wilayah Petong. Ia juga menyinggung sejumlah kelengkapan yang berkaitan dengan standar keamanan pangan, seperti sertifikasi halal dan penerapan HACCP.

Menurutnya, aspek HACCP perlu menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan pengendalian keamanan pangan yang diproduksi dan disajikan kepada penerima manfaat.

“HACCP ini penting dan perlu menjadi perhatian kita semua, karena berkaitan dengan pengendalian pangan, bagaimana pangan itu aman dan makanan yang kita sajikan itu aman,” tuturnya.

Dari berbagai persoalan tersebut, Sodiq melihat kebutuhan terhadap sebuah wadah yang dapat mempertemukan kepentingan dan persoalan di lapangan menjadi semakin penting.

Karena itu, target kehadiran HMD GEMAS di Kabupaten Bangkalan diarahkan pada penguatan komunikasi dan koordinasi, sehingga persoalan yang muncul tidak berhenti sebagai keluhan, temuan ataupun perdebatan, tetapi dapat dibawa ke ruang penyelesaian.

“Saya berharap dengan adanya HMD di Bangkalan ini akan menjadi jembatan dan wadah. Ketika ada permasalahan, bisa disolusikan dan kita komunikasikan bersama,” kata Sodiq.

Ia berharap HMD GEMAS nantinya dapat menjalankan fungsi tersebut secara konsisten dengan melibatkan pihak-pihak terkait sesuai dengan persoalan yang dihadapi.

Baginya, komunikasi menjadi bagian penting agar berbagai unsur yang terlibat dalam pelaksanaan program dapat memahami kewajiban dan perannya masing-masing.

Pada akhirnya, keberadaan HMD GEMAS diharapkan dapat ikut mendukung agar program pemerintah berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Bagaimana program pemerintah ini berjalan sesuai dengan harapan dan menjadi penyesuaian yang bermanfaat bagi integrasi masyarakat,” pungkasnya.

Ahmad Sodiq menegaskan, sebagai Bendahara HMD DPC Bangkalan, dirinya melihat organisasi tersebut memiliki ruang untuk berkontribusi melalui komunikasi, koordinasi dan pencarian solusi bersama. Target tersebut menjadi bagian dari harapan agar kehadiran HMD GEMAS benar-benar memiliki fungsi nyata dalam mendukung pelaksanaan program di Kabupaten Bangkalan.

#ANAM KLIKKU.ID

16

Baca Lainnya