Daerah Kasuistika

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:35 WIB

7 jam yang lalu

logo

Dok foto Rigie KLIKKU.ID Surabaya.

Dok foto Rigie KLIKKU.ID Surabaya.

Dugaan Tidak Suaian Mutu dan Metode Kerja Proyek DSDABM di Tanjung Sari Surabaya Rp38,65 Miliar Disorot

Surabaya | KLIKKU.ID — Pelaksanaan dua proyek infrastruktur di bawah Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Pemerintah Kota Surabaya Tahun Anggaran 2026 menjadi sorotan. Kedua proyek yang dikerjakan PT Diatasa Jaya Mandiri tersebut memiliki total nilai kontrak mencapai Rp38,65 miliar.

Sorotan muncul menyusul adanya resume sementara analisis pelaksanaan proyek yang mempertanyakan kesesuaian metode kerja, pemasangan konstruksi, serta spesifikasi mutu material pada pekerjaan saluran drainase di kawasan Jalan Tanjungsari, Surabaya.

Dalam resume tersebut, pelaksanaan pekerjaan disebut perlu dicermati lebih lanjut karena terdapat dugaan ketidaksesuaian antara kondisi pekerjaan di lapangan dengan standar teknis yang dipersyaratkan. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi melalui pemeriksaan fisik, dokumen kontrak, dan pengujian teknis.

Dua proyek yang menjadi perhatian itu meliputi pembangunan saluran U-Ditch ukuran 150/200 lengkap dengan cover berkapasitas gandar 20 ton di Jalan Tanjungsari dengan nilai kontrak Rp20.989.084.443.

Proyek kedua adalah pembangunan jalan flexible pavement kolektor di kawasan Jalan Radial Road dengan nilai kontrak Rp17.667.328.654. Berdasarkan data yang disampaikan, kedua pekerjaan tersebut berada di bawah kewenangan DSDABM Pemkot Surabaya dan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026.

Pekerjaan saluran drainase bukan sekadar memasang beton pracetak atau menyusun elemen U-Ditch. Pelaksanaannya harus memperhatikan kesesuaian dimensi, kondisi dasar saluran, elevasi, sambungan antarelemen, serta kualitas material berdasarkan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam kontrak.

Begitu pula penggunaan cover yang dipersyaratkan mampu menahan beban gandar 20 ton. Kesesuaian produk, kapasitas beban, dan cara pemasangannya perlu dipastikan melalui dokumen teknis serta pemeriksaan yang relevan.

Apabila metode pemasangan atau material yang digunakan tidak sesuai dengan persyaratan kontrak, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kekuatan dan umur layanan konstruksi. Karena itu, pengawasan teknis menjadi bagian penting untuk memastikan pekerjaan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

Meski demikian, penilaian bahwa suatu pekerjaan tidak memenuhi standar tidak dapat hanya didasarkan pada kesan visual atau foto lapangan. Pemeriksaan harus dilakukan dengan membandingkan kondisi aktual dengan gambar kerja, spesifikasi teknis, metode pelaksanaan, serta hasil pengujian mutu material.

Dengan nilai kontrak gabungan mencapai Rp38.656.413.097, pengawasan terhadap pelaksanaan kedua proyek tersebut menjadi aspek yang patut diperhatikan. Penggunaan anggaran publik harus disertai jaminan bahwa pekerjaan dilaksanakan sesuai kontrak, memenuhi persyaratan teknis, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

DSDABM Pemkot Surabaya perlu memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengawasan, hasil pemeriksaan mutu material, serta evaluasi terhadap metode pemasangan saluran U-Ditch di Jalan Tanjungsari.

Penjelasan dari PT Diatasa Jaya Mandiri selaku kontraktor juga diperlukan untuk memastikan material dan metode kerja yang digunakan telah sesuai dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, perlu dijelaskan apakah kondisi tersebut telah diperiksa oleh pengawas, bagaimana hasil evaluasinya, dan apakah diperlukan perbaikan sebelum pekerjaan dinyatakan memenuhi persyaratan.

Hingga pemeriksaan teknis dan konfirmasi para pihak diperoleh, dugaan ketidaksesuaian mutu maupun metode kerja tersebut masih perlu dibuktikan. Hasil pemeriksaan yang transparan diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai kualitas pekerjaan sekaligus menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran pembangunan Kota Surabaya.

#Rigi KLIKKU.ID

36

Baca Lainnya