Surabaya | klikku.net – Berbagai program unik dan menarik, dijalankan SD Muhammadiyah 6 (Musix) Surabaya, selama pandemi Covid-19. Hal ini sebagai upaya pemenuhan hak pendidikan siswa, saat mengikuti pembelajaran secara hybrid.
Menurut Kepala Sekolah SD Musix Munahar, memasuki semester genap 2022 ini, sekolahnya masih belum menerapkan PTM 100%.
“Untuk PTM 100%, ada sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi. Salah satunya, siswa sudah harus divaksinasi Covid-19. Jadi saat ini, kami masih menerapkan PTM 50%+ untuk seluruh siswa kelas 1 – 6. Itupun dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya, Jumat (7/1/2022).
“Sistemnya, selama jam sekolah dari pagi hingga siang, seluruh guru pengajar fokus mengajar PTM. Sementara siswa yang ada di rumah, belajar secara online melalui Google Book, pada jam yang sama. Setelah jam belajar PTM berakhir, guru kami akan kembali mengajar secara online bagi siswa di rumah. Membahas mata pelajaran yang tidak dipahami siswa,” tambahnya.
Ia menjelaskan, meski para guru harus bekerja 2 kali. Namun dengan sistem pembelajaran hybrid secara terpisah ini, ternyata siswa lebih mudah menyerap pelajaran yang diajarkan.
“Agar lebih maksimal, selama pandemi kami juga menerapkan sejumlah program. Diantaranya adalah Gen Q Smart Awards, Literasix dan My Masterpiece,” ungkapnya.
“Gen Q Smart Awards adalah penghargaan tahunan yang diberikan kepada siswa. Ini berupa reward pada siswa yang menjalankan aktivitas ibadah harian dengan sistem poin, melalui aplikasi Gen Q Smart, yang bisa diunduh di PlayStore,” ujarnya.

Sementara Literasix merupakan story telling yang digelar setiap Selasa malam secara daring. Dimana setiap siswa yang usai habis membaca buku, wajib mempresentasikan kepada teman-temannya.
“Ini untuk melatih siswa memahami isi buku yang ia baca. Karena semua teman-temannya, juga bisa bertanya terkait isi buku yang sedang dipresentasikan,” tambahnya.
Sedangkan My Masterpiece merupakan presentasi minat & bakat siswa, yang digelar secara daring setiap Kamis malam.
“Yang ditampilkan bukan hanya berupa bakat seni dan sejenisnya. Melainkan juga produk buatan siswa. Bahkan, ada salah satu siswa kami yang membuat hand sanitizer sendiri. Setiap akhir tahun, seluruh produk ini akan kami tampilkan sebagai bentuk motivasi,” pungkasnya. (@Nto tze)
Editor: Joe Mesti
