Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Senin, 7 Maret 2022 - 10:46 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Atasi Kelangkaan dan Mahalnya Harga, Pemprov Jatim Gelontorkan 2,7 Juta Liter Minyak Goreng

Surabaya | klikku.net – Guna menjaga ketersediaan dan kestabilan harga minyak goreng di Jawa Timur, selama tiga hari berturut-turut 4-6 Maret 2022, Pemprov Jatim mengguyur 2,7 juta liter minyak goreng, baik curah dan premium ke pasar-pasar tradisional.

Menurut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dengan dibukanya akses harga yang lebih terjangkau bagi para pedagang pasar tradisional. Diharapkan kebutuhan minyak goreng di masyarakat akan terpenuhi.

“Masih akan didistribusikan kembali sebanyak 1.042 ton minyak goreng, atau sejumlah 1.146.200 liter. Sehingga total akan ada sekitar 3,8 juta liter minyak goreng didistribusikan ke 38 kabupaten/kota di Jawa Timur,” ujarnya, Minggu (6/3/2022).

“Sisanya secara berkelanjutan akan didistribusikan ke setiap daerah, sesuai kebutuhan. Begitu pula dengan rencana kedatangan minyak goreng minggu ini, secepatnya akan kami distribusikan. Mengingat titiknya memang banyak, dan harus disupport sesuai dengan jumlah penduduk di masing-masing kabupaten maupun kota di Jatim,” tambahnya.

Khofifah menjelaskan, pendistribusian minyak goreng dilakukan dengan tidak langsung menyasar para konsumen. Cara ini, bertujuan untuk membantu para pedagang pasar tradisional. Yang juga mengalami kesulitan mencari pasokan minyak goreng dengan harga wajar.

“Dengan melakukan penyaluran kepada pedagang, maka akan memberikan dampak keberlanjutan yang lebih luas. Pedagang akan memperoleh pasokan minyak goreng yang terjangkau, hiingga dapat menjalankan usahanya. Sementara konsumen juga dapat membeli produk dengan harga yang wajar,” ungkapnya.

Khofifah menambahkan, selama ini Pemprov Jatim terus berupaya mengurai kendala distribusi yang menghambat pasokan minyak goreng untuk sampai ke konsumen di semua kabupaten/kota di Jatim.

Berbagai strategi dilakukan agar masyarakat tidak kesulitan memperoleh minyak goreng, dengan harga murah. Termasuk dengan rutin menggelar operasi pasar.

Mengingat hasil inspeksi yang dilakukannya di lapangan, tidak ada pabrik minyak goreng yang mengurangi kapasitas produksi bulanannya.

Kebutuhan per bulan Jatim sendiri berada di angka 59.000 ton. Sedangkan total produksi per bulan mencapai 63.000 ton.

“Ini bagian dari komitmen Pemprov Jatim untuk memastikan ketersediaan minyak goreng yang terjangkau bagi masyarakat. Karena hitung-hitungan matematikanya Jatim surplus. Tapi di lapangan, minyak goreng langka dan harganya tidak stabil,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong atau panic buying. Menurutnya, justru sikap itu yang mendorong kelangkaan minyak goreng di pasaran.

“Jadi tidak perlu melakukan pembelian berlebih dengan cara mengajak anak, suami atau istri, dan saudara untuk membeli minyak goreng dengan jumlah tidak wajar. Beli sewajarnya saja sesuai kebutuhan,” pungkasnya. Soen/Roji


Editor: Joe Mesti

298

Baca Lainnya