Daerah Kesehatan

Minggu, 21 Agustus 2022 - 23:05 WIB

4 tahun yang lalu

logo

RSD Ketapang Saat Malam Hari

RSD Ketapang Saat Malam Hari

Terulang Lagi! Pasien BPJS di RSD Ketapang Tebus Obat Pakai Uang Pribadi

SAMPANG | klikku.net – Kembali terulang pelayanan yang kurang baik terhadap salah seorang pasien berinisial N, warga Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, yang masuk melalui program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Rumah Sakit Daerah (RSD) Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura.

Pasalnya, N Pasien BPJS tersebut harus merogoh koceh dari kantong pribadinya untuk menebus obat dan pemeriksaan penyakit melalui Laboratorium (Lab).

Seperti yang disampaikan, Khoirul Anam, anak dari N pasien BPJS, bahwa dirinya membawa orang tuanya ke RSD Ketapang mulai Sabtu (20/08/2022) siang, dengan memakai program BPJS. Namun, setelah dilakukan perawatan kepada orang tuanya, pihak RSD Ketapang menyuruh menebus obat di luar. Karena stok obat di RSD Ketapang kosong.

Tak hanya itu, dirinya juga harus membayar biaya Laboratorium (Lab) untuk pengecekan penyakit orang tuanya.

“Aneh, setiap pasien BPJS kalau perlu obat, di dalam RSD Ketapang ini alasannya stok obat selalu kosong,” kata Khoirul Anam kepada media ini. Minggu, (21/08/2022).

Padahal, lanjut Anam, sebagai orang awam tahunya kalau pakai BPJS itu kan gratis.

“Kenyataannya, kami harus beli obat sendiri di apotek luar. Bahkan, kita gak tahu itu biayanya diganti apa tidak. Kan gak ada pemberitahuan dari pihak RS,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, jika berobat melalui program BPJS tidak dibuat ribet oleh pihak RS dan bisa membantu pembiayaan.

“Tapi kita masih di buat ribet kayak gini. Kami itu merasa tidak nyaman, sama halnya kita berobat di rumah, dan beli ke apotek,” paparnya.

“Seharusnya di rumah sakit itu yang menerima pasien BPJS, itu stok-stok obat itu semuanya harus ada, sehingga pasien kalau butuh obat kalau mencari obat tidak kemana-mana,” tegasnya.

Pihaknya mendapatkan resep obat untuk orang tuanya itu dari pihak RS, namun setelah dibawa ke Farmasi, stok obat yang ada pada catatan resep itu stok obat kosong. Sehingga, pihaknya harus rela membeli dengan uang pribadi ke apotek luar RS.

“Anehnya, setelah dilakukan kritikan terkait stok obat yang kosong, tiba-tiba pihak RS mengatakan obatnya sudah ada dan dikasihkan. Padahal, sebelumnya mengatakan tidak ada dan kami harus beli ke luar,” katanya.

“Untuk obat itu belinya di apotik di depan rumah sakit kurang lebih sekitar 30 ribu, selebihnya obat itu diambilkan, setelah ada kritikan, pas langsung ada obat itu dikasih, jadi kurang lebih sama LAB nya itu 500 ribu, kalau LAB nya itu jelas 470 ribu” ungkapnya.

Dirinya juga menyayangkan terkait pelayanan yang kurang baik terhadap pasien.

“Juga sangat disayangkan, kenyamanan pelayanan terhadap pasien di RSD Ketapang ini kurang baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur RSD Ketapang, dr. Sukarno, saat dikonfirmasi media ini terkait pasien membeli obat diluar, mengatakan bahwa persedian obat yang diperlukan pasien tersebut di RSD Ketapang masih kosong. Namun kata dia untuk pembelian obat itu akan diganti dari pihak RSD Ketapang.

” Oh itu karena persedian lagi kosong obat itu mas, tapi biar nanti diganti itu kalau obat dari rumah sakit, karena itu tanggung jawab dari rumah sakit, nanti kwitansinya Jangan dibuang, itu karena kosong obat, persedian kosong, kiriman telat dari distributor itu, karena telat pengiriman sampai kosong, jadi terpaksa beli diluar,” katanya. Minggu, (21/08/2022) malam.

Disinggung terkait pemeriksaan Laboratorium (Lab) yang berbayar, dr. Sukarno menerangkan bahwa alat dan bahannya pemeriksaan Laboratorium tersebut menyewa bukan milik Pemerintah. 

“Itu memang sementara bayar sebelum kami bisa mengadakan alatnya. Kalau keberatan gak mau sebenarnya gak apa-apa menolak, karena kemarin sudah dijelaskan ke pihak keluarga katanya mau, sudah dijelaskan dokter kita butuh pemeriksaan itu, tapi bayar karena kita alatnya masih nyewa belum punya sendiri,” jelasnya.

“Untuk pasien ibu berinisial (N) setelah koordinasi dengan dinkes dan BPJS akan kami ganti untuk pembelian obat diluar dan biaya lab nya,” tandasnya.


Reporter : Anaf

773

Baca Lainnya