Surabaya | klikku.net – Kampus Kebangsaan dan Kerakyatan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) meluluskan 854 wisudawan, dalam acara senat terbuka yang digelar di Dyandra Convention Center, Minggu (17/9).
Kegiatan yang dipimpin Rektor Prof. Dr. Siti Marwiyah, SH, MH. tersebut, juga dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri SE, MM.
Dalam sambutannya, Prof Siti Marwiyah berpesan agar para lulusan Unitomo tetap belajar dan mengasah kemampuan, untuk bisa survive di tengah masyarakat.
“Ilmu yang anda pelajari selama di kampus, hanyalah sebagian kecil dari apa yang dibutuhkan, untuk eksis di tengah lingkungan pekerjaan anda. Baik sebagai karyawan, profesional, wirausahawan, atau di bidang apapun nantinya, anda akan bekerja nantinya,” ujarnya.
“Oleh karena itu, teruslah belajar dan mengasah kemampuan, perasaan dan mental selama hajat di kandung badan,” tuturnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Dyah Sawitri SE, MM., mengapresiasi langkah Unitomo, yang mengadopsi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang digagas Mendikbudristek,
“Salah satu tujuan program ini adalah mendorong mahasiswa, agar bisa mempelajari sebanyak mungkin aspek yang dibutuhkan di dunia kerja. Dan pilihan yang tersedia setelah lulus adalah tidak hanya sekedar menjadi pencari kerja,” ungkapnya.
“Saya berharap akan banyak diantara para lulusan Unitomo ini, yang nantinya bisa mencetak lapangan-lapangan kerja baru. Apalagi situasi dan kondisinya saat ini sangat memungkinkan untuk itu karena didukung oleh kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang begitu pesat”, ujar mantan rektor Universitas Gajayana Malang ini.

Dalam wisuda kali ini, Unitomo meluluskan 854 wisudawan. Yang terdiri dari 344 orang wisudawan program Magister (S2), 468 orang program Sarjana (S1) dan 42 orang wisudawan program Ahli Madya (D3).
Terpilih 9 wisudawan berprestasi akademik terbaik di masing-masing fakultas. Serta 5 wisudawan yang selama studi, meraih sejumlah prestasi non akademik dalam bidang seni, budaya, olahraga, keaktifan dalam organisasi kemahasiswaan, dan sebagainya.
