Surabaya | klikku.net – SD Al Falah Surabaya memperingati Hari Pahlawan dengan aksi damai dukungan dan peduli Palestina.
Kegiatan yang diikuti ratusan siswa tersebut, dipusatkan di halaman sekolah. Kemudian dilanjutkan di traffic light depan Masjid Al Falah Surabaya.
Selain melambai-lambaikan bendera merah putih dan bendera Palestina, pada pengendara yang lewat. Para siswa dan guru juga membentangkan berbagai poster berisi pesan perdamaian dan dukungan pada pembebasan Palestina, Jumat (10/11).
Menurut Kepala SD Al Falah Surabaya Ustadzah Yuni Wahidah, kegiatan ini sebagai salah satu implementasi dari isi pembukaan UUD 1945, dimana penjajahan harus dihapuskan dari dunia.
“Agar anak-anak memiliki rasa empati dan solidaritas, atas penderitaan saudaranya di Palestina, yang sedang mengalami penindasan oleh bangsa lain. Apalagi, Palestina merupakan negara pertama yang memberikan dukungan atas kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945,” ujarnya.
Ustadzah Yuni menambahkan, banyak hal yang bisa dijadikan alasan bagi kita, untuk prihatin dan peduli, atas nasib buruk yang sedang diderita saudara-saudara kita di Palestina.
“Selain itu, kami juga melakukan aksi penggalangan dana dalam seminggu terakhir ini. Yang dihimpun dari donasi para orang tua siswa, para guru & karyawan, serta infaq harian para siswa. Semuanya kami salurkan lewat Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF),” tuturnya.
“Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan aksi siswa kami, yang membagikan buah semangka pada jamaah Sholat Jumat di Masjid Al Falah, sebagai pesan perdamaian,” ungkapnya.
Sementara itu, tema kegiatan Hari Pahlawan yang diusung adalah, Semangat Pahlawan untuk Masa Depan Bangsa dalam Memerangi Kemiskinan & Kebodohan.

“Memperingati Hari Pahlawan merupakan salah satu kewajiban kita sebagai warga negara. Dimana bangsa yang besar adalah yang menghargai jasa-jasa pahlawannya. Meski apa yang kami lakukan ini. Tidaklah sebanding dengan upaya para Pahlawan, dalam memerdekan bangsa dan negara Indonesia,” ucapnya.
“Agar bisa tumbuh rasa nasionalisme dan jiwa patriotisme dalam diri anak-anak. Hingga timbul cinta tanah air. Dengan cinta tanah air, maka saat mereka tumbuh dewasa dan menempuh pendidikan atau berkarir di luar negeri. Hati mereka tetap Indonesia. Dan memiliki cita-cita membangun Indonesia,” ujarnya.
Ustadzah Yuni juga berharap, agar seluruh siswanya memiliki rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Karena tinggal di Indonesia yang aman dan nyaman.
“Sementara saudara-saudara kita di Palestina, hidup dengan susah. Makanan dan air bersih sangat terbatas. Ingin belajar dan sekolah juga tidak bisa. Tempat tinggal dan masjid banyak yang rusak. Tetapi, semangat pantang menyerah mereka yang luar biasa, patut kita contoh,” pungkasnya.
