Magelang | klikku.net – Meski bergerak melambat, perekonomian di Jawa Timur pada triwulan III/2023, masih berjalan sesuai target.
Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Doddy Zulverdi, saat kegiatan Capacity Building & Bincang Bareng Media di Magelang, Rabu (15/11).
“Jawa menjadi salah satu indikator perekonomian nasional. Jika Jawa mengalami perlambatan, akan berdampak ke nasional. Sebab, kontribusi Jawa itu 60 persen terhadap perekonomian nasional. Dan salah satu daerah yang penting adalah Jawa Timur,” ujarnya.
Doddy menambahkan, pada triwulan III/2023, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 4,86 persen. Hal ini ditopang masih tingginya konsumsi rumah tangga, sektor pengolahan dan pertanian.
” Sementara itu, per Oktober 2023,angka inflasi Jawa Timur berada di angka 3,25 persen. Yang meski lebih tinggi dari inflasi nasional. Namun masih sesuai track yakni 3 persen plus minus 1 persen,” ungkapnya.
“Inflasi terjadi akibat kenaikan harga beras dan beberapa komoditas pangan lainnya,” tuturnya.
Namun, kondisi perekonomian global yang penuh ketidakpastian. Membuat kondisi perekonomian di Indonesia ikut terkoreksi.
“Perekonomian global sedang melambat, tapi ada divergensi terutama negara-negara maju. Eropa dan Jepang relatif bagus. Respon kebijakan tidak selalu sama. Amerika melambat tapi respon domestik tinggi sehingga upah juga tinggi,” pungkasnya.
