Pendidikan

Kamis, 19 Juni 2025 - 17:22 WIB

10 bulan yang lalu

logo

Meroket ke Peringkat 287 Dunia QS WUR, Rektor Unair: Ini Bukan Tujuan, Melainkan Refleksi

Surabaya | klikku.id – Universitas Airlangga (Unair) mencatat sejarah baru, dengan menembus peringkat ke-287 dunia dalam QS World University Rankings (QS WUR) 2025.

Setelah sebelumnya menduduki posisi ke-308, lonjakan 21 poin ini menjadikan Unair sebagai salah satu perguruan tinggi Indonesia yang berhasil menembus top 300 dunia.

“Ini adalah pencapaian tertinggi Unair sepanjang sejarah keikutsertaan dalam pemeringkatan QS WUR. Prestasi ini membuktikan bahwa Unair adalah institusi pendidikan tinggi yang tangguh, adaptif, dan kompetitif di tingkat global,” ungkap Rektor UNAIR, Prof. Dr. Muhammad Madyan, SE., M.Si., M.Fin., Kamis (19/6/2025).

Dalam 5 tahun terakhir ini, Unair menunjukkan tren peningkatan signifikan. Pada 2020, Unair berada di posisi 651-700. Dengan strategi dan kerja kolektif, Unair terus naik ke posisi 400 besar pada 2023, dan kini berhasil mencatatkan diri di posisi 287.

“Perjalanan ini tidak instan. Semua ini adalah hasil dari strategi jangka panjang, komitmen pada mutu akademik, kolaborasi internasional, dan relevansi lulusan. Publikasi ilmiah kita pun meningkat tajam, dari hanya 140 publikasi pada 2015 menjadi 3.200 per tahun,” jelas Prof. Madyan.

Salah satu pencapaian yang paling membanggakan adalah keberhasilan Unair menduduki peringkat ke-78 dunia, dalam kategori employer reputation. Peringkat ini menilai persepsi industri terhadap kualitas lulusan.

“Indikator ini menegaskan bahwa lulusan Unair dianggap kompeten, siap kerja, dan mampu bersaing di pasar global,” ungkap Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair tersebut.

Pada konferensi persnya, Prof. Madyan juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika Unair.

Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Prof. Nasih, rektor sebelumnya, yang dinilai telah meletakkan fondasi kokoh untuk mencapai prestasi ini.

“Pencapaian ini adalah hasil kerja kolektif kita semua, yakni dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta mitra strategis. Namun, ini bukanlah akhir, melainkan refleksi atas proses internal yang baik, konsisten, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Prof. Madyan menekankan bahwa peringkat hanyalah cerminan dari proses.

“Yang terpenting adalah kontribusi nyata kita bagi ilmu pengetahuan, kemanusiaan, dan peradaban,” tutupnya. @Man


 

80

Baca Lainnya