Sidoarjo | klikku.id – Pemkab Sidoarjo resmi menaikkan honor kader kesehatan desa sebesar 100 persen, dari sebelumnya Rp50 ribu menjadi Rp100 ribu per bulan.
Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Bupati Sidoarjo Subandi, Jumat (8/8), saat kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Pendopo Delta Wibawa.
“Ini bentuk apresiasi atas peran penting kader di masyarakat. Mereka hadir langsung, memberi edukasi, pendampingan, hingga penanganan awal masalah kesehatan,” ujar Subandi.
Tak hanya menaikkan honor, seluruh kader posyandu juga akan mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Upaya ini disebut sejalan dengan target pemerintah dalam menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta prevalensi stunting.
Data Dinas Kesehatan mencatat, AKI di Sidoarjo naik dari 46,12 menjadi 82,56 per 100.000 kelahiran hidup (2024). AKB juga melonjak dari 3,15 menjadi 5,9 per 1.000 kelahiran hidup. Sementara stunting balita berdasarkan SKI 2023 sebesar 8,4 persen.
“Kita targetkan Universal Health Coverage dari 78 persen jadi 98 persen. Harapannya, cukup pakai KTP, warga sudah bisa berobat,” jelas Subandi.
Kegiatan Germas bertema “Kader Tangguh untuk Ibu dan Balita Sehat” ini diikuti 150 kader dan petugas puskesmas. Mereka mendapat pelatihan teknis mulai dari pemantauan ibu hamil, gizi buruk, hingga penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Plt Kepala Dinkes Sidoarjo, dr Lakhsmi Herawati Yuwantina, menegaskan bahwa peningkatan honor harus dibarengi peningkatan kapasitas.
“Honor naik ini penting. Tapi pelatihan juga harus kuat. Supaya kader benar-benar siap menghadapi tantangan di lapangan,” tandasnya. R3d
