Nasional Pelayanan Publik Pemerintahan

Selasa, 12 Agustus 2025 - 19:29 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Menteri Wihaji Gencarkan TAMASYA & Orang Tua Asuh, Target Tekan Stunting Lewat Sinergi Pentahelix

Malang | klikku.id – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd. mendorong percepatan penurunan angka stunting lewat penguatan program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) dan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Dua program ini disebut menjadi kunci membangun keluarga berkualitas sekaligus menjawab kekhawatiran generasi muda soal pengasuhan anak.

Dalam dialog bersama penyuluh KB dan kader Bangga Kencana se-Kota Malang di Aula Temu Kader, Mini Block Office Pemkot Malang, Selasa (12/8), Wihaji menegaskan keberhasilan program tak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

“Prinsipnya pentahelix, semua pihak terlibat, pemerintah, swasta, BUMN, organisasi, dan masyarakat,” ujarnya.

Program TAMASYA, kata Wihaji, menjadi solusi bagi pasangan, terutama pekerja perempuan, yang khawatir tidak bisa mengasuh anak.

“Kalau takut anak tidak terurus karena orang tua bekerja, kita siapkan fasilitas penitipan anak yang aman, layak, dan dikelola pemerintah atau korporasi,” jelasnya.

Saat ini, TAMASYA telah bersinergi dengan enam kementerian, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup, untuk mendorong perusahaan menyediakan childcare center.

Sementara Genting fokus pada bantuan di luar jangkauan APBN, seperti penyediaan air bersih, sanitasi, hingga pencegahan pernikahan dini.

“Stunting bukan hanya soal gizi, tapi juga lingkungan. Karena itu, kami ajak korporasi, BUMN, dan masyarakat menjadi orang tua asuh,” tambahnya.

Sebelum dialog, Wihaji meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Klojen. Ia memastikan penyaluran bantuan makanan bergizi bagi ibu hamil, menyusui, dan balita non-PAUD berjalan baik.

Dari total 3.000 penerima manfaat di setiap SPPG, sekitar 300 adalah kelompok prioritas ini. “Sebagian sudah menerima bantuan, sisanya segera terdaftar,” katanya.

Ia mencontohkan kolaborasi lintas sektor di Malang: Kadin membantu sanitasi, Baznas merehabilitasi rumah, sementara gizi dipenuhi lewat program MBG.

Secara nasional, hampir 8,6 juta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menjadi sasaran program, dan lebih dari 200 ribu sudah menerima manfaat.

Wihaji juga mengungkap detail operasional: rata-rata biaya pengantaran bantuan hanya Rp1.000 per anak. “Kalau satu orang mengantar untuk 20 penerima, ya Rp20 ribu per hari. Tinggal dikalikan jumlah hari,” paparnya.

Hingga kini, di Malang 49 persen penerima manfaat sudah mendapatkan layanan, sisanya masih dalam tahap uji coba. BKKBN memastikan evaluasi rutin dan pendataan akan terus dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga di lapangan. @Man


 

102

Baca Lainnya