Kerjasama Pemerintahan

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:09 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Kebun Raya Mangrove Surabaya Disiapkan Jadi ‘Perpustakaan Bakau Dunia’

Surabaya | klikku.id Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya terus naik kelas. Meski baru berusia dua tahun, kawasan konservasi di Gunung Anyar itu kini disiapkan menjadi pusat pengetahuan global alias perpustakaan bakau dunia.

Pemkot Surabaya menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengawal pengembangan tersebut.

Langkah ini tak main-main. KRM resmi bergabung dengan Botanical Gardens Conservation International (BGCI), organisasi jejaring kebun raya internasional.

Status itu membuka peluang luas untuk kolaborasi riset, pertukaran pengetahuan, hingga memperkuat diplomasi Indonesia di bidang konservasi mangrove.

“Di dunia ini sangat sedikit kebun raya yang fokus pada konservasi mangrove. Dan Surabaya menjadi salah satunya,” ujar Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian saat peringatan HUT ke-2 KRM.

Ia menegaskan, ekosistem mangrove punya nilai ekologis besar, mulai dari penahan abrasi, habitat biota pesisir, hingga penyerap karbon efektif.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut, dukungan BRIN menjadi motivasi bagi pemkot untuk menjaga dan mengembangkan KRM.

“Keanggotaan internasional ini penyemangat agar KRM bisa menjadi perpustakaan mangrove dunia sekaligus pusat pengurangan karbon,” kata Eri.

Ke depan, pengembangan KRM juga diarahkan ke riset silvofishery, sistem budidaya perikanan yang memadukan tambak dengan hutan mangrove. Kolaborasi itu diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan sekaligus kelestarian lingkungan pesisir.

Direktur Rehabilitasi Mangrove KLHK Ristianto Pribadi menambahkan, saat ini KRM sudah mengoleksi 74 spesies mangrove, naik dari 56 jenis saat pertama diresmikan pada 2023. “Ini sangat sulit dicapai, dan Surabaya berhasil,” ujarnya.

Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN R. Hendrian juga mengapresiasi kemajuan pesat KRM. Menurutnya, prestasi Surabaya bukan hanya pada infrastruktur, tapi juga peran aktif di jejaring internasional. “Itu membuat KRM layak mendapat catatan istimewa,” ucapnya.

Kepala DKPP Surabaya Antiek Sugiharti menegaskan, pemkot akan terus menambah koleksi mangrove sekaligus memperkuat peran KRM di bidang konservasi, riset, edukasi, pariwisata, hingga pangan alternatif.,

“Harapannya, kebun raya ini benar-benar jadi kebanggaan dunia,” pungkasnya. R3d


 

72

Baca Lainnya