Surabaya | klikku.id – Suhu politik dan sosial di sejumlah daerah kian memanas. Aksi massa yang berujung bentrokan bahkan menelan korban jiwa.
Kondisi ini membuat Universitas Airlangga (UNAIR) angkat bicara. Kampus yang dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia itu, mengimbau seluruh civitas academica menjaga suasana tetap tenang, kondusif, dan menjauh dari tindakan anarkis.
Rektor UNAIR, Prof. Dr. Muhammad Madyan, SE., M.Si., M.Fin., menegaskan kampus tidak ingin warganya terseret arus provokasi.
“Mari kita tetap menjaga kondusifitas. Kekerasan dan perusakan bukanlah jalan keluar. Melainkan hanya akan meninggalkan luka mendalam bagi kita semua,” ujarnya.
Nada serupa disampaikan Ketua Senat Akademik UNAIR, Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons). Ia mengajak mahasiswa lebih aktif mengisi ruang publik dengan diskusi sehat ketimbang ikut-ikutan menyebar hoaks.
“Mari kita isi ruang-ruang diskusi, baik di media sosial maupun forum kampus, dengan narasi empati, persatuan, dan solusi. Bukan dengan hoaks dan provokasi,” tegasnya.
Tidak hanya seruan moral, UNAIR juga mengambil langkah antisipatif. Demi keselamatan mahasiswa dan dosen, kampus resmi mengeluarkan Surat Edaran terkait perkuliahan pada 1–4 September 2025.
Dalam edaran itu, perkuliahan reguler sepenuhnya dialihkan ke daring. Praktikum bisa digelar online atau dijadwal ulang setelah 4 September. Ujian skripsi, tesis, dan disertasi diputuskan lewat daring atau sistem blended.
Sementara itu, kegiatan klinik Profesi (Dokter Muda, Ners, Bidan, dan tenaga kesehatan lain) tetap dijalankan luring atau dijadwal ulang, sedangkan klinik PPDS/PPDGS/Spesialis Keperawatan tetap berjalan luring seperti biasa.
UNAIR menegaskan, kebijakan ini bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai kondisi lapangan. Informasi resmi bisa dipantau lewat laman www.unair.ac.id serta kanal media sosial UNAIR.
Dengan langkah itu, UNAIR berharap aspirasi tetap tersalurkan, namun melalui cara damai, elegan, dan memberi kontribusi nyata bagi stabilitas bangsa. @Man
