Ekonomi Bisnis Peristiwa

Kamis, 4 September 2025 - 06:29 WIB

8 bulan yang lalu

logo

79 Ribu Warga Jatim Jadi Pekerja Migran, Disnakertrans Ingatkan Jangan Berangkat Ilegal

Surabaya | klikku.id – Minat warga Jawa Timur untuk bekerja di luar negeri terus tinggi. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim mencatat, sepanjang 2024 ada sekitar 79 ribu orang yang resmi tercatat berangkat menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Jatim, Purwanti Utami, mengungkapkan Afrika menjadi salah satu tujuan favorit PMI asal Jatim. Alasannya, peluang kerja di benua tersebut relatif banyak dan terbuka.

“PR kita bersama, baik provinsi, kabupaten/kota, maupun desa, adalah gencar melakukan sosialisasi. Kalau mau bekerja ke luar negeri harus dengan cara prosedural,” tegas Purwanti saat ditemui di Graha Praja Mukti, Madiun, Rabu (3/9/2025).

Menurutnya, keberangkatan lewat jalur resmi bukan sekadar soal administrasi. Namun, perlindungan terhadap PMI bisa diberikan secara maksimal. Mulai dari pendampingan, fasilitas penempatan, hingga proses pemulangan ke daerah asal.

“Kalau ada masalah, proses penjemputan jadi lebih terbuka dan mudah. Seperti saat memulangkan tujuh PMI dari Guinea Ekuatorial belum lama ini. Mereka bisa pulang dengan status terhormat, bukan deportasi,” ujarnya.

Purwanti menambahkan, kasus deportasi memang masih banyak terjadi. Namun, sebagian besar berasal dari Malaysia, bukan Afrika.

Karena itu, ia menekankan pentingnya jalur legal agar warga Jatim tidak terjebak risiko penyiksaan, penipuan, bahkan perdagangan orang.

Untuk memperkuat perlindungan, Pemprov Jatim kini tengah merevisi Surat Keputusan (SK) Gubernur terkait Gugus Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Nantinya, pelaksana harian gugus tugas tersebut berasal dari unsur kepolisian.

“Harapan kami, SK ini bisa segera diterjemahkan hingga ke level kabupaten/kota. Sehingga pencegahan TPPO makin kuat. Karena kasus perdagangan orang bukan hanya dari Kamboja atau Vietnam, tapi juga dari negara-negara lain,” jelasnya.

Dengan langkah itu, pemerintah provinsi berkomitmen penuh memastikan warga Jatim yang ingin bekerja ke luar negeri bisa terlindungi dan tetap aman. R3d


 

101

Baca Lainnya