Internasional Pendidikan

Senin, 8 September 2025 - 16:29 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Ciptakan Bioplastik dari Limbah Tebu, Tim Dosen ITS Sabet Emas di Ajang Internasional

Surabaya | klikku.id – Prestasi membanggakan kembali diraih Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Kali ini bukan dari mahasiswa, melainkan tim dosen Departemen Teknik Sistem dan Industri (DTSI) ITS, yang sukses meraih Gold Winner di ajang bergengsi Chemical Industrial Downstream Challenge (CIDC) 2025 yang digelar PT Petrokimia Gresik.

Kompetisi internasional kategori Non-Student ini menobatkan ITS sebagai yang terbaik berkat inovasi BioSweetPEF, sebuah terobosan bioplastik ramah lingkungan berbahan limbah agroindustri, yaitu tetes dan ampas tebu.

Tim dosen yang terdiri dari Reza Aulia Akbar ST MT MBA dan Satrio Samudro Aji Basuki ST MT MBA berhasil mengolah limbah tebu melalui proses kimia mutakhir menjadi polyethylene furanoate (PEF), bioplastik generasi baru yang lebih ramah lingkungan.

“Melalui proses kimia canggih, limbah tebu bisa diubah menjadi PEF. Proyek ini tidak hanya fokus pada teknologi, tapi juga sistem manufaktur, efisiensi produksi, manajemen proyek, hingga kelayakan finansial,” jelas Reza, Senin (8/9/2025).

Mereka juga menggandeng Nurwarrohman Andre Sasongko SSi MSc, peneliti Indonesia yang sedang melanjutkan studi di Pukyong National University, Korea Selatan, untuk memperkuat aspek kimia sintesis material.

Inovasi BioSweetPEF makin istimewa karena mengintegrasikan produk sampingan asam klorida dari PT Petrokimia Gresik dalam prosesnya.

Hal ini membuat proyek tidak hanya mengurangi limbah industri, tetapi juga menghadirkan solusi nyata untuk masalah lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

PEF dinilai punya potensi besar sebagai bahan kemasan premium makanan, minuman, dan kosmetik. Bahkan, ITS menjadi pionir pengembangan bioplastik PEF di Indonesia dan Asia Tenggara.

Bagi Reza dan timnya, prestasi ini bukan sekadar gelar juara. Mereka berharap proyek ini bisa berkembang menjadi program pengabdian masyarakat hingga komersialisasi produk.

“Ide ini bisa menjadi embrio untuk riset lanjutan, pengabdian masyarakat, atau bahkan bisnis riil,” tambahnya.

Tak hanya itu, inovasi BioSweetPEF juga berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-12: konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Dengan mengubah limbah menjadi produk bernilai tinggi, proyek ini sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. @Man


 

95

Baca Lainnya