Ekonomi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 16:29 WIB

8 bulan yang lalu

logo

TPK Lamong Catat Rekor Arus Petikemas, Bukti Ekonomi Jatim Kian Bergairah

Surabaya | klikku.id – Terminal Petikemas Lamong (TPK Lamong) membukukan kinerja cemerlang pada Agustus 2025.

Anak usaha PT Terminal Teluk Lamong (TTL) itu mencatat arus bongkar muat 87.416 TEUs, naik 4 persen dibandingkan Juli (83.743 TEUs).

Angka tersebut menjadi rekor tertinggi arus petikemas sepanjang 2025, bahkan melampaui pencapaian tahun-tahun sebelumnya.

Sepanjang Januari–Agustus 2025, TPK Lamong telah melayani 608.867 TEUs, meningkat 4,7 persen dibanding periode sama 2024 yang mencapai 581.525 TEUs.

Lonjakan ini ditopang oleh banyaknya ad hoc call dan layanan baru kapal petikemas internasional, serta naiknya arus domestik, terutama rute Belawan dan Tarakan.

Kinerja positif TPK Lamong sejalan dengan geliat perekonomian Jawa Timur. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, ekonomi Jatim tumbuh 5,23 persen (year on year) pada triwulan II/2025. Sektor transportasi dan pergudangan bahkan melonjak 9,32 persen.

“Pertumbuhan ini menunjukkan layanan terminal mendapat momentum dari penguatan industri dan perdagangan di Jatim,” kata Terminal Head TPK Lamong, Pierre Rochel Tumbol.

Pierre menegaskan, pihaknya terus memperkuat layanan melalui digitalisasi dan manajemen operasional yang berbasis perencanaan.

“Digitalisasi dan pola pengendalian yang tepat efektif meningkatkan kinerja terminal sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna jasa,” ujarnya.

TTL juga memperkuat tata kelola teknologi informasi dengan menggelar Awareness Fundamental Framework COBIT 2019 bagi jajaran manajemen dan pegawai.

Program ini memastikan penyelarasan strategi bisnis dan TI sekaligus pengelolaan risiko yang lebih baik.

“Kerangka kerja yang kuat akan mendukung pencapaian target strategis perusahaan dan layanan yang semakin prima,” tutur Pierre.

Dengan capaian tersebut, TPK Lamong tak sekadar mencatat rekor baru, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai motor penting rantai logistik yang menopang pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. RED


 

98

Baca Lainnya