Pendidikan

Minggu, 14 September 2025 - 07:49 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Dindik Jatim Perkuat Program Double Track SMA, Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Berwirausaha

Surabaya | klikku.id – Dinas Pendidikan Jawa Timur terus menggenjot kualitas program double track SMA agar lulusan siap bersaing di dunia kerja maupun menjadi wirausahawan.

Sabtu (13/9/2025), Dindik Jatim bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan sejumlah SMA pelaksana menggelar monitoring dan evaluasi (monev) di beberapa sekolah di Jatim.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan, monev dilakukan untuk memotret capaian sekaligus kendala lapangan yang dihadapi sekolah.

Setiap satuan pendidikan diminta memaparkan hasil, mulai dari pendapatan program, strategi pemasaran, hingga rencana pengembangan.

“Program double track hadir sebagai solusi bagi lulusan SMA yang memilih bekerja atau berwirausaha, bukan melanjutkan kuliah,” ujarnya.

Aries memaparkan, program yang sudah berjalan sejak 2018 ini menanamkan tiga nilai strategis, yakni penguatan kewirausahaan, pembekalan life skill abad ke-21, seperti komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan pemecahan masalah, serta pembentukan karakter mandiri dan percaya diri.

Dalam double track, peserta didik dibekali berbagai keterampilan yang relevan dengan dunia usaha dan industri (DUDI), antara lain multimedia, teknik listrik dan elektro, tata boga, tata busana, kecantikan, serta teknik kendaraan ringan.

“Keterampilan jasa lebih banyak dicari pasar. Contohnya tata boga, modalnya kecil, bisa dijalankan dari rumah, bahkan mampu membuka lapangan kerja untuk orang sekitar,” terangnya.

Hasil monev menunjukkan sebagian siswa telah mempraktikkan ilmunya, seperti membuka jasa rias pengantin atau bengkel motor pribadi.

Aries menegaskan, keberhasilan ini tak lepas dari kolaborasi erat dengan ITS yang membantu menyiapkan kurikulum, melatih guru, serta mendampingi sekolah.

Suhartatik, Kabid SMA Dindik Jatim, menambahkan pihaknya akan memperkuat double track melalui digitalisasi pembelajaran dan pemasaran produk, diversifikasi keterampilan berbasis teknologi informasi, animasi, hingga wirausaha digital.

Selain itu, kerja sama dengan DUDI bakal diperluas lewat konsep teaching factory dan program magang.

Monev kali ini melibatkan 12 SMA pelaksana double track, antara lain SMAN 1 Rejotangan, SMAN 1 Kalidawir, SMAN 1 Campurdarat, SMAN 1 Karangan, SMAN 2 Karangan, SMAN 1 Tugu, SMAN 1 Bendungan, SMAN 1 Pule, SMAN 1 Dongko, SMAN 1 Panggul, SMAN 1 Munjungan, dan SMAN 1 Kampak. Setiap sekolah menggandeng tiga hingga sepuluh mitra industri.

“Dengan sinergi yang baik, kami yakin program ini makin relevan dengan kebutuhan zaman dan mampu melahirkan generasi SMA yang siap kerja, kreatif, serta tangguh dalam berwirausaha,” pungkas Suhartatik. R3D


 

89

Baca Lainnya