Ekonomi Bisnis Kerjasama Pendidikan

Selasa, 23 September 2025 - 06:49 WIB

7 bulan yang lalu

logo

Bantu Petani Ikan, UKWMS Rancang Alat Ukur Air untuk Cegah Kematian Massal

Surabaya | klikku.id – Musibah menimpa Kelompok Budidaya Ikan Kumis Lele di Panjang Jiwo, Surabaya. Sekitar 170 kilogram ikan nila mati mendadak pada April 2025.

Dari 60 ribu bibit yang ditebar, hanya 5 ribu yang sempat dijual, sisanya mati akibat cuaca ekstrem yang memicu turunnya kualitas air.

Kondisi itu membuat kelompok binaan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) harus memutar otak. Masalah utama terletak pada minimnya peralatan untuk memantau kualitas air kolam.

Alat ukur pH yang ada tidak memiliki fitur kalibrasi, sementara alat pengukur kadar oksigen terlarut (DO) justru tidak dimiliki. Padahal, kedua parameter tersebut sangat vital bagi kelangsungan hidup ikan.

Menanggapi hal ini, Tim Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Fakultas Teknik UKWMS turun tangan. Dipimpin Ir. Diana Lestariningsih, S.T., M.T., ASEAN Eng., bersama Ir. Albert Gunadhi, S.T., M.T., ASEAN Eng., mereka merancang alat ukur kualitas air yang lebih praktis dan modern.

“Dalam budidaya ikan, kualitas air harus dipantau terus-menerus. Parameter yang wajib dicek antara lain pH, DO, nitrit (NO₂), amonia (NH₄), dan gas beracun H₂S,” jelas Diana.

Albert menambahkan, rancangan alat ini dibuat sesederhana mungkin agar mudah digunakan kelompok tani.

“Cukup dengan tiga tombol, hidup-mati, kalibrasi, dan mulai. Data pH dan DO bisa dipantau langsung melalui layar LCD maupun lewat ponsel,” ujarnya.

Sebelumnya, tim Abdimas UKWMS juga telah membantu kelompok ini dalam pengembangan produk olahan dan pemasaran.

Kini, lewat inovasi alat ukur berbasis teknologi, diharapkan kasus kematian massal ikan tidak terulang. Selain itu, hasil panen bisa meningkat dan pemasaran menjadi lebih stabil. @Man


 

87

Baca Lainnya