Surabaya | klikku.id – Ada yang berbeda dalam perayaan Hari Batik Nasional di Mercure Surabaya Grand Mirama, Kamis (2/10). Linen hotel yang biasanya berakhir sebagai limbah, justru diubah menjadi kain batik jumputan penuh warna.
Uniknya, proses membatik itu dilakukan bersama puluhan anak dari TK Santa Maria Surabaya.
Sebanyak 45 siswa TK tampak antusias saat kain linen bekas yang dilipat-lipat dicelupkan ke dalam pewarna. Setelah dijemur, kain yang tadinya polos berubah menjadi batik jumputan beraneka motif.
Aktivitas ini tak hanya memperkenalkan budaya batik sejak dini, tapi juga menanamkan nilai peduli lingkungan lewat daur ulang kain hotel.
“Acara ini kami buat bukan sekadar untuk merayakan Hari Batik. Lebih dari itu, kami ingin menekankan pentingnya keberlanjutan. Linen yang sudah tidak terpakai ternyata bisa diolah kembali jadi kain indah. Anak-anak juga belajar mencintai budaya sekaligus menjaga bumi,” ujar Sugito Adhi, Cluster General Manager Mercure Surabaya Grand Mirama dan Grand Mercure Malang Mirama.
Kolaborasi ini menggandeng Batik Cak Yoko, pengrajin batik asal Surabaya. Wiwit Manfaati dari Batik Cak Yoko mengaku senang bisa berbagi ilmu dengan anak-anak.
“Batik bukan hanya soal teknik, tapi juga rasa bangga terhadap budaya sendiri. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala KB-TK Santa Maria, Sr. Verenanda Erna Gai OSU, menyampaikan terima kasih atas kesempatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk anak-anak kami. Mereka belajar langsung, praktik, dan membawa pulang pengalaman berharga. Semoga kerja sama ini terus berlanjut,” ungkapnya.
Mercure Surabaya Grand Mirama memang rutin menghadirkan program yang menyatukan budaya dan keberlanjutan. Dengan konsep daur ulang linen, hotel ini berusaha menunjukkan bahwa langkah kecil bisa berdampak besar. Dari sekadar kain bekas, lahirlah batik jumputan yang cantik sekaligus ramah lingkungan.
Tak hanya untuk tamu hotel, program ini juga melibatkan masyarakat sekitar. Harapannya, semakin banyak generasi muda terinspirasi untuk melestarikan tradisi sekaligus menjaga bumi.
“Dengan semangat kebersamaan, budaya, dan inovasi, kami ingin terus menghadirkan kegiatan positif seperti ini,” pungkas Sugito. @Man
