Sidoarjo | klikku.id – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, usai musala pesantren tersebut ambruk dan menelan puluhan korban jiwa.
Ketua Alumni Ponpes Al Khoziny, KH Zainal Abidin, meyakini para santri yang meninggal dunia dalam peristiwa itu berpulang dalam keadaan husnul khotimah.
“Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Kami sangat berbelasungkawa atas musibah yang luar biasa ini,” ujar KH Zainal saat ditemui di lokasi, Rabu (8/10).
Zainal mengatakan, para santri yang menjadi korban tengah melaksanakan ibadah sholat Ashar, dan menimba ilmu agama saat kejadian. Kondisi itu diyakininya sebagai tanda akhir hayat yang baik.
“Beliau-beliau datang untuk tholabul ilmi, dalam keadaan berwudu, dan sedang salat. Itu tanda-tanda husnul khotimah. Kami yakin mereka sedang menanti di surganya Allah Ta’ala,” ucapnya penuh haru.
Tragedi ambruknya musala itu menelan sedikitnya 67 korban jiwa, sebagian besar santri yang tengah beribadah. Peristiwa itu meninggalkan luka mendalam bagi pihak pesantren, para orang tua, dan masyarakat sekitar.
KH Zainal juga menyampaikan permohonan maaf atas pelayanan yang mungkin belum maksimal kepada keluarga korban selama masa tanggap darurat.
“Atas nama keluarga ndalem dan pengasuh pondok, kami mohon maaf sebesar-besarnya apabila belum bisa memberikan pelayanan terbaik kepada para santri dan keluarganya,” katanya.
Tak lupa, ia juga meminta maaf kepada masyarakat dan awak media, yang sempat mengalami kesulitan mengakses area reruntuhan.
“Mohon maaf bila ada sikap dari teman-teman santri yang kurang berkenan. Situasi memang penuh emosi dan duka. Kami harap semua pihak bisa memaklumi,” ujarnya menambahkan.
Kini, proses evakuasi dan identifikasi korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Sementara pihak pondok berkomitmen memberikan pendampingan spiritual dan psikologis bagi keluarga korban. Sembari memulihkan kondisi pesantren pascabencana. In.Joe.nesia
