Surabaya | klikku.id – Dua mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengharumkan nama kampus lewat prestasi di tingkat nasional.
Alfi Fauziyah dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) bersama Hesti Prihadini dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) berhasil menyabet Juara 2 dalam kompetisi ilmiah nasional PENA 7.0 yang digelar oleh UKM PRISMA Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), 10–12 Oktober 2025.
Inovasi yang membawa mereka ke podium adalah “SCANERGY”, aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI), Computer Vision (CV), dan Optical Character Recognition (OCR) yang dirancang untuk membantu masyarakat memantau pola makan secara otomatis.
“Melalui SCANERGY, pengguna cukup memindai makanan di piring atau foto label gizi untuk mengetahui kandungan nutrisi dan kecukupan gizinya,” ujar Alfi, Jumat (17/10).
Ia menuturkan, ide itu lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya kesadaran masyarakat dalam mencatat asupan makanan harian.
“Banyak orang tidak tahu apakah kebutuhan gizinya sudah tercukupi. Aplikasi ini hadir sebagai solusi praktis yang presisi dan real time,” tambahnya.
Alfi dan Hesti memanfaatkan latar belakang ilmu yang berbeda untuk melahirkan solusi terpadu. Kolaborasi antara bidang gizi dan teknik industri itu menghasilkan platform yang tak hanya cerdas, tapi juga mudah digunakan.
“Awalnya kami analisis kelemahan aplikasi serupa yang sudah ada. Dari situ kami tambahkan fitur-fitur yang benar-benar menjawab kebutuhan pengguna,” jelas Hesti.
Ke depan, keduanya berencana mengembangkan SCANERGY agar bisa diakses luas dan gratis oleh masyarakat. Mereka juga membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah dan sektor kesehatan agar manfaatnya lebih besar.
“Harapannya, SCANERGY bisa menjadi aplikasi nasional yang membantu masyarakat menjaga pola makan sehat,” pungkas Alfi.
Kompetisi PENA 7.0 sendiri merupakan ajang tahunan bagi mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia untuk menampilkan ide-ide inovatif dalam bidang teknologi dan kesehatan. @Man
