Kesehatan Pendidikan Peristiwa

Jumat, 7 November 2025 - 09:49 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Unusa & Kemenkes Gelar Kampanye P3LP, Cetak Santri Tangguh Hadapi Luka Psikologis

SURABAYA | klikku.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bersama Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan menggagas kampanye Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) di lima pesantren Kabupaten Sidoarjo.

Program ini menyasar Ponpes Al Hidayah, As-Syafi’iyah, Jabal Noer, Burhanul Hidayah, dan Mambaul Ulum Panjunan. Tujuannya, membekali santri, pengasuh, dan tenaga pendidik dengan kemampuan mengenali tanda gangguan psikologis serta memberikan pertolongan awal (first psychological aid) sebelum masalah berkembang lebih serius.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan dr. Imran Pambudi, MPHM., menegaskan kesehatan jiwa adalah faktor penentu produktivitas bangsa.

“Populasi usia produktif di Indonesia mencapai hampir 70 persen. Sebagian besar berada di dunia pendidikan, termasuk pesantren. Jika tekanan psikologis tidak dikelola, dampaknya bisa meluas,” ujarnya.

Imran berharap sinergi antara Kemenkes dan Unusa ini dapat menjadi langkah awal membangun pesantren ramah kesehatan mental.

“Kolaborasi ini luar biasa. Kami ingin setiap santri tumbuh dalam lingkungan yang sehat secara fisik dan psikologis,” tambahnya.

Dosen Fakultas Kedokteran Unusa dr. Paramita Sari, M.Sc. menjelaskan, remaja di pesantren menghadapi tantangan khas: adaptasi terhadap kehidupan komunal, tekanan akademik, dan keterbatasan akses layanan mental.

“Luka psikologis sering tidak terlihat, tapi dampaknya panjang—dari prestasi hingga relasi sosial. Karena itu, pendekatan berbasis nilai pesantren sangat penting,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini juga digelar simulasi penanganan awal kasus psikologis, pelatihan konselor sebaya, serta pembentukan jejaring pendamping kesehatan mental pesantren yang terhubung dengan fasilitas layanan kesehatan setempat.

Dekan Fakultas Kedokteran Unusa Dr. Handayani, dr., M.Kes. menegaskan program ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDG) 3: Kesehatan dan Kesejahteraan.

“Unusa tidak hanya unggul akademik, tapi juga hadir di tengah masyarakat. Pesantren punya peran strategis membentuk karakter bangsa. Karena itu, santri harus kuat mental dan sehat jiwa,” tegasnya.

Handayani menyebut, kampanye P3LP di lima pesantren Sidoarjo ini akan menjadi model nasional penguatan kesehatan jiwa berbasis komunitas.

“Kami ingin pesantren menjadi tempat tumbuh generasi beriman, berilmu, dan bermental tangguh,” pungkasnya. AMan


 

93

Baca Lainnya